Taman Nasional di Indonesia Segera Dibenahi
Kementerian Pariwisata menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk mengoptimalkan taman nasional sebagai destinasi wisata. Kesepakatan Ini dilakukan sejak Oktober lalu karena taman nasional dianggap memiliki nilai jual yang kuat sebagai destinasi wisata.
Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, rencananya pihak Kementerian Pariwisata akan melakukan perbaikan-perbaikan di taman nasional yang terletak di 10 destinasi unggulan Indonesia, seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Rinjani dan Taman Nasional Gunung Tambora.
Dalam perbaikan taman nasional tersebut, lanjut Arief Yahya, akan diterapkan prinsip-prinsip sustainable tourism development (STD) yang model dan aturan mainnya sudah ada di UNWTO.
“Sudah ada standar globalnya, standar internasional dan dirilis oleh badan PBB yang berpusat di Madrid itu,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata.
Ada empat strategi yang akan diluncurkan oleh Kementerian LHK. Pertama adalah pembentukan konsep klaster guna memperoleh kemewahan bagi pengunjung dengan tetap mengedepankan faktor konservasi serta mengembangkan konektivitas antar klaster sehingga menjadi satu kesatuan destinasi. Kedua, menciptakan destinasi wisata alam yang baru untuk mengembangkan konektivitas berbagai lokasi destinasi alam di dalam klaster. Ketiga, mendesain keunggulan komparatif destinasi wisata alam melalui berbagai upaya taktis dan strategis. Keunikan taman nasional akan dikemas dan didesain sesuai dengan segmen pasar yang ingin dikembangkan dan terintegrasi dalam desain kawasan strategi nasional (KSN). Keempat, mewujudkan 3P (public private partnership) dalam pengembangan wisata alam.