TOP

Aksi Amal dari Qantas

Qantas telah mendaftarkan diri sebagai donor makanan tetap untuk organisasi penyelamat makanan Australia terkemuka, OzHarvest, setelah sukses melewati satu tahun masa uji coba dan mendistribusikan 35 ton makanan kepada yang membutuhkan.

Tim gabungan relawan Qantas dan Food “ResQ” di pusat katering Qantas di Sydney, Brisbane, dan Melbourne telah menetapkan sebuah proses untuk mengumpulkan paket makanan yang masih utuh dari penerbangan domestik, kemudian diambil oleh mobil van OzHarvest dan dikirim ke organisasi-organisasi amal.

Makanan yang dikumpulkan dari penerbangan domestik adalah makanan yang belum dibuka dan buah-buahan – seperti apel, pisang, batangan muesli, sereal, kue-kue dan botol air. Sebagai maskapai penerbangan premium, Qantas menyajikan makanan untuk setiap penumpang on-board namun tidak semua orang memilih untuk makan, sehingga makanan yang belum tersentuh ini dikumpulkan sebagai bagaian dari program Food ResQ Qantas.

Alison Webster, Executive Manager Qantas Freight dan Qantas Catering Group mengatakan ini adalah program yang sukses, dan berton-ton makanan telah dibagikan kepada anak-anak sekolah yang kurang mampu, keluarga yang terkena bencana kekeringan, pusat perlindungan bencana, organisasi pemuda, dan berbagai organisasi amal lainnya.

“Setiap kilogram makanan yang diselamatkan dari penerbangan Qantas adalah makanan yang masih layak makan dan dicegah untuk jadi timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir, dan ini bukan hanya tindakan peduli lingkungan melainkan juga usaha nyata membuat perbedaan positif bagi kehidupan mereka yang kurang beruntung,” kata Webster.

qantas-ozharvest-bagikan-makanan

Pendiri dan CEO OzHarvest, Ronni Kahn terus mencari cara-cara inovatif untuk mengatasi permasalahan limbah makanan di Australia dan mengatakan bahwa barang-barang yang diselamatkan dari kotak makan penerbangan domestik Qantas telah membuat perbedaan besar bagi mereka yang membutuhkan makanan.

OzHarvest mengumpulkan makanan dari lebih dari 2000 donor makanan di dalam negeri. Berkat kemurahan hati para donor makanan tersebut, daripada terbuang percuma, makanan berkualitas ini mampu mencukupi kebutuhan makan wanita, pria, dan anak-anak terlantar sekaligus memangkas biaya pembuangan makanan sisa,” jelas Kahn.

“Kerjasama seperti ini menunjukkan komitmen besar terhadap target nasional Australia untuk mengurangi limbah makanan dalam negeri sebesar 50 persen hingga tahun 2025,” tambahnya.