Emirates Bakal Perbanyak Layanan untuk Kelas Ekonomi
Dalam Aviation Festival di London pada awal September 2017 lalu, Tim Clark selaku Presiden Emirates mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menambah beberapa jenis layanan untuk kelas ekonomi di Airbus A380 agar bisa bersaing dengan maskapai lainnya. Penjualan kursi ekonomi tipe terbaru ini bakal melalui platform digital baru yang memungkinkan Emirates untuk menawarkan kursi tersebut dengan layanan opsional dan mencocokkannya dengan harga terendah yang dimiliki maskapai lain.
Clark menambahkan bahwa melalui flydubai yang sebelumnya melakukan codeshare dengan Emirates pada Juli 2017 lalu, ia mengakui bahwa penerbangan berbiaya rendah kini semakin dicari. Di sisi lain, Emirates tengah menghadapi kompetitor baru, yakni Norwegian Air yang menawarkan penerbangan dari Dubai ke negara-negara Skandinavia.
Clark mengatakan teknologi adalah “landasan” dari apa yang ingin dilakukan Emirates dan menggambarkan Teknologi Informasi sebagai “warisan” dibandingkan platform digital baru. “(Perubahan yang kami lakukan) masih dalam tahap awal, namun teknologi ini bakal hadir dalam waktu dekat,” ujarnya. Ia juga berharap melalui teknologi tersebut dapat mempelajari lebih banyak lagi mengenai perilaku konsumen.

Gareth Evans selaku chief executive Qantas International menyetujui bahwa platform digital adalah medan pertempuran baru untuk maskapai. “Kami tidak dapat menawarkan layar terbaru atau tempat tidur yang lebih besar lagi. Saat ini yang bisa kami sediakan adalah pengalaman digital baru,” katanya.
“Bahkan untuk saat ini, masih tak mudah untuk memesan atau mengubah rencana perjalanan. Dengan teknologi terbaru, semua pengalaman digital ini akan berubah. Bisa saja nanti ada tombol di ponsel saya yang bertuliskan ‘Saya sudah tiba di bandara, bisakah Anda menyiapkan kopi favorit saya?'” tutup Gareth.
Tambah Frekuensi Penerbangan
Sementara itu, pihak Emirates juga mengumumkan bahwa mereka bakal menambah frekuensi penerbangan dari Dubai ke Sydney dari yang tadinya tiga kali menjadi empat kali sehari mulai 25 Maret 2018. Dioperasikan dengan armada A380, layanan baru ini akan menambah kapasitas penumpang pada rute tersebut menjadi 6.846 kursi tiap minggu, atau meningkat 7,3 persen untuk layanan Emirates di Australia.
Langkah ini tak hanya memberikan penumpang lebih banyak opsi untuk bepergian dari Eropa dan Afrika Utara ke Australia, namun juga membangun kemitraan Emirates dengan Qantas, memenuhi permintaan layanan ke Dubai, dan melengkapi rute baru Qantas dari Sydney ke London yang saat ini melalui Singapura, bukan Dubai.