TOP

A-380 Etihad di Pembukaan Louvre Abu Dhabi

Dalam peresmian pada Museum Louvre Abu Dhabi 8 November 2017 (dan mulai dibuka untuk umum pada 11 November 2017), Etihad sebagai maskapai kebanggaan Uni Emirat Arab mempertontonkan aksi berupa pesawat Airbus 380 yang terbang rendah di atas bangunan indah hasil rancangan arsitek Jean Nouvel. Pesawat yang dipamerkan pada kesempatan istimewa ini adalah yang tubuhnya mengusung logo baru Etihad yang bersemboyankan ‘Facets of Abu Dhabi’.

Etihad mempersiapkan dua helikopter untuk mendokumentasikan momen bersejarah tersebut, yang juga menyimbolkan jalinan kerja sama yang erat antara maskapai tersebut dengan Louvre Abu Dhabi. Kerja sama tersebut selain dalam bentuk pemasaran bersama, Hala, perusahaan manajemen destinasi milik Etihad Airways juga akan berkolaborasi dengan museum untuk merancang paket-paket tur penjelajahan Abu Dhabi.

“Dengan dibukanya museum yang indah ini, Abu Dhabi menempatkan dirinya sebagai destinasi budaya terkemuka di Uni Emirat Arab dan Etihad sebagai maskapai kebanggaan Uni Emirat Arab akan berperan penting dalam menerbangkan jutaan penumpang ke “rumah” kami untuk menikmati berbagai benda seni dan peninggalan budaya yang menakjubkan di Louvre Abu Dhabi,” jelas Peter Baumgartner, Etihad Airways Chief Executive Officer.

Saling Menginspirasi

Semua armada yang dioperasikan Etihad sendiri, baik jenis Airbus 380 maupun Boeing 787, di mana interiornya yang terinspirasi dari arsitektur dan landskap Abu Dhabi telah diakui melalui sejumlah penghargaan bergengsi. Menyambut pembukaan Louvre Abu Dhabi, maskapai ini juga telah menginvestasikan langit-langit, pencahayaan di ruang tunggu, lobi lounge, kabin First Class A380, hingga kelas Bisnis A380 maupun B787 agar dirancang dengan mengikuti kubah spektakuler Louvre Abu Dhabi yang dapat menghasilkan efek cahaya seperti sinar matahari yang menyeruak di antara pepohonan palem di sebuah oase. Dengan demikian, para penumpang yang akan terbang ke Abu Dhabi dengan Etihad, telah dapat menikmati pengalaman Uni Emirt Arab sejak dari perjalanan di udara.

Louvre Abu Dhabi sendiri lahir dari kesepakatan antara pemerintah Perancis dan Uni Emirat Arab untuk pembangunan museum dunia Arab pertama yang akan menyandang nama Louvre hingga 2037. Museum Louvre Abu Dhabi memamerkan lebih dari 950 karya, baik pemberian maupun pinjaman dari 13 museum Perancis. Agence France Museum yang memimpin pengembangan konsep proyek sekaligus bertindak sebagai operatornya, dipercaya untuk menyelenggarakan empat pameran per tahun hingga 2020. Pameran perdana yang akan dipersembahkan untuk pembukaan museum bertajuk “Kelahiran Museum Louvre pada Abad ke-18”.

Museum Louvre Abu Dhabi sendiri merupakan megaproyek pertama sejak pembangunan Metropolitan Museum of Art di New York pada 1872. Terletak di kawasan budaya di Pulau Saadiyat, Museum Louvre Abu Dhabi akan berdampingan dengan Museum Nasional Zayed (yang dirancang bersama British Museum) dan Museum Guggenheim (yang akan dibuka pada 2020).