TOP

Oleh-oleh dari Paris

Bawalah sepenggal kenangan Paris melalui sejumlah buah tangan khas yang autentik dan terbaik dari City of Light.

Makaron

Bila pernah menyantap makaron di kota ini, dijamin standar akan makaron akan berubah drastis. Kudapan manis ini sudah ada sejak abad 16, tepatnya ketika Catherine de Medici asal Italia mempopulerkannya di Prancis. Hingga 1830 resep asli makaron makin berkembang, di mana pada masa itu pembuat kue menyatukan dua buah makaron dengan lapisan selai atau isian lain, seperti makaron yang ada beredar saat ini. Ladurée yang telah menjual makaron sejak 1862 dan konon per harinya dapat menjual lebih dari 15.000 buah adalah salah satu tempat terbaik untuk membawa pulang makaron. (laduree.fr)

Pernak-pernik Kubisme dari Picasso

Pablo Picasso adalah perintis gerakan seni avant-garde pada abad 20 dan walau ia berkebangsaan Spanyol, namun Prancis ikut mewarnai perjalanan karirnya. Di Prancis sendiri terdapat dua museum Picasso, yaitu di Antibes dan Paris.  Museum Picasso yang di Paris baru dibuka kembali pada 2014 setelah proses renovasi panjang dan toko suvenirnya sengaja dirancang bak apartemen khas Parisian dengan lantai kayu, dinding bercat putih, dengan rak buku dan meja-meja kayu. Dapatkan karya-karya Picasso dalam bentuk kartu pos, t-shirt, lilin, buku, perhiasan, hingga peralatan dapur unik. (museepicassoparis.fr/boutique)

Teh Mariage Freres yang Legendaris

Distrik Marais adalah tempat sastrawan Victor Hugo menuliskan kisah Les Misérables di kediamannya. Di distrik ini juga terdapat sebuah toko teh legendaris bernama Mariage Frères yang didirikan keluarga Mariage pada 1854. Di Paris sendiri terdapat tiga gerai toko teh ini, yaitu di Marias (30, rue du Bourg-Tibourg) yang merupakan lokasi pertama, Thé Français Rive Gauche (13 rue des Grands-Augustins), dan Paris 6e Étoile (260 Faubourg Saint-Honoré). Di sini, pengunjung dapat memilih lebih dari 500 jenis teh dari seluruh dunia. (mariagefreres.com)

Benda Antik di St. Paul Village

Merupakan surga barang antik di jantung Le Marais, para seniman yang menghuni kawasan ini terbiasa setiap musim panas mengeluarkan barang-barang pilihan untuk dijajakan di luar rumah mereka. Perlahan, muncullah toko barang antik dan butik seni (kini setidaknya terdapat 60 unit) yang menjajakan mulai dari artefak kuno, barang-barang retro, hingga pernak-pernik rumah tangga. St. Paul Village buka Rabu hingga Senin pukul 11:00 hingga 19:00. (Area masuk melalui rue Saint-Paul, rue Ave Maria, St-Paul dan Charlemagne gardens)

Topi Baret

Penampilan warga Prancis ikonik dengan topi baret yang biasanya diasosiasikan dengan para seniman. Walaupun kini warga setempat sudah tidak terlalu sering mengenakan baret, namun item fesyen yang satu ini dapat dipilih sebagai cendera mata dari Paris. Saat mencari topi baret, jangan langsung tergiur harga yang murah karena biasanya yang murah adalah buatan Tiongkok. Baret buatan asli Prancis biasanya berkisar 30 euro. (La Cerise Sur Le Chapeau, lacerisesurlechapeau.com)

Baju Marinièr

Busana lengan panjang dengan motif garis-garis biru dan putih ini merupakan salah satu fesyen ikonik Prancis yang terinspirasi dari seragam angkatan laut negara tersebut di abad ke-19. Tricot Raye (Striped Jersey) kemudian menjadi populer sejak Coco Chanel memperkenalkannya ke dunia internasional, yang kemudian diikuti oleh Yves Saint Laurent dan Jean-Paul Gaultier. (Boutique Amor Lux Vavin, armorlux.com)

Wine

Sejak abad ke-6 Prancis sudah membuat wine sendiri, setelah sebelumnya hanya mengimpor dari Italia dan hanya keluarga terpandang yang dapat mengonsumsinya. Wine dari seluruh Prancis dengan mudah didapat di kota ini. Namun perhatikan aturan bea cukai Indonesia yang hanya memperbolehkan maksimal satu liter minuman beralkohol untuk masuk ke Indonesia, sehingga pastikan Anda memilih wine yang benar-benar istimewa. Label botol wine Prancis terkadang membingungkan karena biasanya yang tercantum di label adalah daerah asal, bukan jenis anggur yang digunakan. Namun perlu diketahui bahwa wine dengan label Bordeaux terbuat dari anggur jenis Cabernet Sauvignon, Merlot, dan Cabernet Franc, sedangkan label Rhone menggunakan Syrah. (Nicolas Rambuteau Beaubourg, nicolas.com)