Situasi Covid-19 Membaik, Travel Bubble Singapura-Hong Kong Segera Ditinjau Ulang
Pemerintah Singapura akan segera meninjau kembali perjanjian gelembung perjalanan atau travel bubble dengan Hong Kong yang ditangguhkan bulan lalu.
Peluncuran Air Travel Bubble (ATB) Singapura-Hong Kong rencananya dilakukan pada 26 Mei lalu, namun dibatalkan karena adanya lonjakan kasus komunitas baru yang tidak terhubung. Ini adalah kali kedua kebijakan travel bubble tersebut ditunda.
Sebelumnya, tak lama setelah kesepakatan awal perjanjian travel bubble pada November 2020, frekuensi harian kasus Covid-19 lokal yang tidak terkait melebihi batas rata-rata mingguan di Singapura dan Hong Kong.

Jika rata-rata pergerakan tujuh hari dari kasus Covid-19 lokal yang tidak terkait meningkat menjadi lebih dari lima di Singapura atau Hong Kong, ATB ditangguhkan selama 14 hari setelah masa ‘tenggat’ dua hari.
Rencananya, gelembung perjalanan akan kembali dibahas pada awal Juli dalam konferensi virtual antara Menteri Transportasi Singapura S. Iswaran dengan Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong Edward Yau.
Keputusan untuk meninjau kembali kebijakan ini dilakukan karena situasi Covid-19 di Singapura yang membaik, dengan jumlah kasus komunitas yang tidak terkait menunjukkan tren penurunan. Sementara situasi Covid-19 Hong Kong terus tetap stabil, dengan sangat sedikit kasus komunitas selama beberapa minggu terakhir.