TOP

Rencana 4 Tahap Australia untuk Buka Kembali Perjalanan Internasional

Pemerintah Australia telah merencanakan empat tahap pembukaan perbatasan kembali ketika 80 persen populasinya telah divaksin sepenuhnya terhadap Covid-19.

 

Rencana ini bertujuan untuk menghapus pembatasan lokal dan seluruh negara bagian secara bertahap, yang akhirnya membuka kembali perjalanan internasional. Berikut empat tahapannya.

 

Fase A

Australia saat ini masih berada dalam fase A dari rencana tersebut, dengan beberapa negara bagian dan wilayah masih dalam kondisi lockdown dan pemerintah tengah berusaha mengatasi penyebaran virus corona dengan menyediakan vaksin untuk masyarakat. 

 

Fase B (Fase Transisi)

Australia akan pindah ke fase berikutnya ketika 70 persen dari populasinya telah divaksin. Pada tahap itu, penguncian harus dikurangi dan aturan khusus akan diperkenalkan untuk orang yang telah divaksin. Akan ada pembatasan masuk bagi pemegang visa pelajar dan bisnis, selain aturan karantina baru untuk pelancong yang sudah divaksin.

 

Fase C (Fase Konsolidasi)

Setelah fase sebelumnya tercapai, Australia akan pindah ke fase C, yaitu ketika 80 persen populasinya telah divaksin dan perbatasan internasional dapat dibuka kembali secara bertahap. Tidak akan ada batasan untuk orang Australia yang telah divaksin, baik yang ingin pulang ke negara asalnya, ataupun yang ingin pergi meninggalkan negara itu.

 

Gelembung perjalanan dengan Selandia Baru (yang saat ini ditutup) juga akan diperluas ke negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang sama.

 

Fase D (Fase Akhir)

Di tahap ini, Covid-19 sudah dapat diatasi dan perjalanan internasional dapat dilakukan kembali. Karantina hanya diperuntukkan untuk perjalanan inbound yang berisiko tinggi.

 

Tidak ada batas waktu kapan Australia akan mencapai setiap fase. Namun Perdana Menteri Australia Scott Morrison memperkirakan Australia akan mencapai fase B sebelum akhir tahun. Saat ini, sekitar 14 persen populasinya telah divaksin penuh, menurut statistik dari Our World In Data.

 

Australia memiliki beberapa pembatasan paling ketat dalam hal perjalanan internasional, sehingga tak heran bila negara tersebut relatif berhasil dalam menangani penyebaran virus. Strateginya saat ini juga bergantung pada pelacakan kontak, mandat untuk menggunakan masker, menjaga jarak sosial, dan penguncian yang ditargetkan ketika wabah terjadi.