TOP

Konser Mini Remy van Kesteren dan Bernadeta Astari

Indonesia kedatangan pemain harpa asal Belanda, Remy van Kesteren. Bertempat di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta, pada 7 November 2013, ia menunjukkan keahliannya dalam memainkan harpa di hadapan sekitar 200 orang. Dalam konser mini itu ia ditemani soprano asal Indonesia, Bernadeta Astari. Tepat pukul 19:30 WIB, keduanya muncul di panggung dan langsung memainkan tembang Setitik Embun karya Mochtar Embut. Bernadeta berhasil menyanyikan salah satu lagu klasik Indonesia itu sambil memperindah denting permainan harpa Remy. Setelah lagu Setitik Embun berlalu, sejumlah tembang klasik dalam berbagai bahasa dibawakan, seperti Amarilli, Mia Bella karya komposer Itali, Giulio Caccini, dan Widmug karya komposer Jerman, Robert Schumann.

Dalam beberapa kesempatan Remy van Kesteren juga memainkan harpa secara solo, seperti pada lagu Sonata K. 113 karya Domenico Scarlatti dan The Moldau karya Bedřich Smetana. Khusus lagu yang terakhir, Remy memainkan nomor gubahan komposer berkebangsaan Cekoslovakia yang temponya berganti-ganti lambat dan cepat itu demi memainkan emosi penonton. Kolaborasi keduanya yang paling memukau adalah saat membawakan lagu Gretchen am Spinnrade karya Franz Schubert yang liriknya diambil dari puisi karya Johann Wolfgang von Goethe tentang kisah asmara yang kandas antara Gretchen dan Faust. Dinyanyikan dalam bahasa Jerman, perasaan pedih sangat terasa lewat suara Bernadeta yang sangat menjiwai nomor ini dan membuat penonton terbuai. Dalam konser mini ini Remy van Kesteren dan Bernadeta Astari membawakan total 16 lagu. Konser ditutup dengan lagu Many Faces of Jazz yang diambil dari puisi Billy Collins dan tepat pukul 21:00 WIB konser berakhir dengan menyisakan puas di wajah penonton.