Explore Indonesia Goes to Yogyakarta
Trip pertama dengan pembaca majalah Panorama telah sukses terlaksana pada 28 Februari – 2 Maret kemarin. Tujuan kali ini ke Yogyakarta yang diikuti 27 peserta. Serial trip Explore Indonesia ini didukung oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hotel Santika Yogyakarta, Tigerair Mandala, dan Polygon. Sesampainya di Yogyakarta, setiap peserta mendapatkan goodie bag yang berisi edisi terbaru majalah Panorama dan edisi perdana Get Lost, Teh Kotak, serta voucher makan di Sukasuki, Shabutei, dan Kaffein. Trip Explore Indonesia selanjutnya adalah ke Ujung Kulon.
Berikut keseruan selama di Yogyakarta, hasil jepretan fotografer travel Barry Kusuma, yang juga selama trip membagikan tips-tips praktis untuk menghasilkan foto yang baik.
Hari Pertama
Tiba di Yogyakarta dengan Tigerair Mandala paling pagi, peserta langsung diajak untuk berpetualang off road ke Merapi, kemudian lanjut ke Museum Ullen Sentalu di Kaliurang, dan menutup hari dengan menikmati matahari terbenam di Candi Ratu Boko. Menjelang malam, perserta check-in di Hotel Santika Premiere Yogyakarta.

Menyusuri lereng Merapi yang tertutup awan tebal.

Jeep yang membawa peserta offroad di lereng Merapi yang menantang.

Pemukiman yang telah rata dengan tanah akibat erupsi kini menjelma menjadi jalur wisata offroad yang populer di kalangan turis.

Seorang wanita paruh baya yang melawan teriknya matahari untuk berjualan bunga di area bunker dekat Gunung Merapi.

Kendi tanah liat di Museum Sisa Hartaku, milik penduduk yang tersisa pasca erupsi Gunung Merapi dimuseumkan dan telah menjadi daya tarik baru wisata di Yogyakarta.

Bunker yang menjadi tempat perlindungan saat erupsi.

Museum Ulen Sentalu yang menyimpan kisah kejayaan Keraton Yogyakarta dan Solo.

Menikmati indahnya sunset dari Candi Ratu Boko.

Langit merah yang mengelilingi Candi Ratu Boko.

Pemandangan indah yang membentang di sekitar Candi Ratu Boko.
Hari Kedua
Petualangan masih berlanjut. Setelah kemarin menikmati gunung, di hari kedua ini peserta diajak menikmati gua-gua misterius nan indah yang berserakan di Gunung Kidul, yaitu Goa Jomblang dan Pindul.

Melawan takut untuk menuruni tebing setinggi 60 meter sebelum masuk ke Gua Jomblang.

Pemandangan dramatis yang membuat orang berbondong-bondong berkunjung ke Gua Jomblang.

Jalur awal sebelum menyusuri keindahan Gua Pindul. Peserta tinggal duduk santai di atas ban bekas.

Setelah sekian ratus meter diselimuti gelap, pemandangan cantik menunggu di ujung Gua Pindul.
Hari Ketiga
Di hari terakhir, peserta diajak berkeliling Yogyakarta dengan berhenti di kompleks Keraton, Pemandian Taman Sari sebelum kemudian menuju Bandara Adisucipto untuk kembali ke Jakarta dengan Tigerair Mandala. Serunya, keliling Yogyakarta itu dilakukan dengan naik sepeda Polygon.

Monumen kereta api di tengah kota Yogyakarta.

Tugu ini kembali terlihat seperti sedia kala setelah hampir satu minggu diselimuti abu letusan Gunung Kelud.

Keraton Yogyakarta yang sunyi.

Tempat para selir mandi di masa kejayaan Taman Sari.

Walau berada di kawasan perkampungan para Abdi Dalem, kemegahan Taman Sari tetap terasa.