TOP

Masalah Penerbangan Hambat Pariwisata NTB

Di tengah gencarnya pemerintah untuk menaikkan target kunjungan wisata ke Indonesia, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) justru mengalami kendala dalam mendatangkan wisatawan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat, H Lalu Mohammad Faozal menjelaskan bahwa kendala rute penerbangan, khususnya yang ke luar negeri yang masih belum mendukung.


“Penerbangan dari luar negeri baru dilayani dua maskapai penerbangan, yakni AirAsia dari Kuala Lumpur, Malaysia, dan Silk Air dari Singapura,” jelasnya. 

Untuk penerbangan domestik, konektivitas penerbangan Garuda Indonesia dari Denpasar juga masih sangat kurang karena hanya dilayani dua kali dalam sehari. “Penerbangan memang masih menjadi masalah kami untuk mengembangkan pariwisata NTB,” tegasnya kembali.

Meskipun masih menghadapi masalah penerbangan, menurut Faozal, pihaknya tetap berupaya untuk menggarap pasar wisatawan mancanegara, seperti Australia. Keyakinan ini dilakukan karena melihat jumlah kursi penerbangan dari Australia ke Bali yang mencapai 700 hingga 800 kursi per hari.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB juga sedang memaksimalkan kunjungan wisatawan asing dari negara-negara kawasan Asia, seperti Hongkong, Taiwan dan Tiongkok yang kini jumlahnya mulai meningkat.