7 Rekor Dunia Traveling
Ketika melakukan sebuah perjalanan, banyak hal-hal luar biasa yang dapat terjadi. Sebagian memang disengaja untuk menciptakan rekor, yang lainnya terjadi begitu saja dan menyisakan suatu cerita unik dari perjalanan tersebut. Kami membuka-buka Guinness World Records dan merangkum tujuh rekor traveling yang menakjubkan untuk Anda.
- Mengendarai tuk-tuk melewati 39 negara
Tuk-tuk atau kendaraan mirip bajaj sangat terkenal di Asia, terutama di Thailand. Saking terkenalnya, Susi Bemsel dan Daniel Snaider dari Jerman memutuskan untuk mengendarai tuk-tuk kembali ke Jerman pada tahun 2005, menempuh jarak 37.410 kilometer dan melewati 21 negara. Rekor ini dipecahkan oleh Nick Gough dan Richard Sears, dua orang guru dari Inggris yang bertekad untuk mengelilingi dunia menggunakan tuk-tuk sambil mempromosikan pendidikan yang lebih baik. Mereka memulai perjalanan dari British Museum di London pada 13 Agustus 2012, mengendarai tuk-tuk sejauh 42.120 kilometer dan melewati 39 negara dalam 16 bulan.
- Letusan gunung paling merugikan bagi perjalanan udara
Flight cancellation bisa menjadi hal yang sangat menyusahkan dan merusak keseluruhan jadwal perjalanan. Namun jika hal tersebut terjadi karena faktor alam, manusia tidak dapat berbuat banyak. Pada bulan April 2010, Gunung Eyjafjallajokull di Iceland meletus dan 100.000 penerbangan terpaksa batal terbang. Guinness World Records mencatat letusan ini sebagai gangguan alam terbesar yang pernah mempengaruhi perjalanan udara. Pada saat itu tim sepakbola Barcelona bahkan terpaksa mengendarai bus untuk dapat bertanding dengan Intermilan di Italia. (Mereka kemudian kalah 1-3).
- Tourist guide book pertama di dunia
Zaman modern seperti sekarang memang banyak kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi. Ketika melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang baru pertama kali dikunjungi, orang dapat menggunakan GPS pada smartphone masing-masing. Namun ketika teknologi belum secanggih sekarang, banyak yang sangat mengandalkan guide book untuk menemukan hotel, tempat-tempat wisata atau bahkan pom bensin. Tourist guide book yang pertama dibuat secara anonimus pada 330 SM, untuk membantu peziarah dari Bordeaux, Perancis yang hendak berziarah ke Yerusalem. Lengkap dengan itinerary yang disebut “Itinerarium Burdigalense”, guide book ini mendeskripsikan lokasi dimana para peziarah dapat mengisi ulang air minum mereka, tempat-tempat menukar kuda dan keledai serta dilengkapi juga dengan peta buatan tangan.
- Rel kereta tertinggi
Siapa yang mengira kereta dapat membawa manusia hingga ketinggian 5.072 meter di atas permukaan laut? Sebagai perbandingan, gunung tertinggi di Indonesia adalah Puncak Jaya Papua, yang “hanya” 4.884 meter di atas permukaan laut. Rel kereta tertinggi ada di jalur kereta Qinghai-Tibet. Kereta memulai perjalanan di mainland Tiongkok dan berakhir di Lhasa, Tibet. Kereta ini dilengkapi masker oksigen dan akan memompa oksigen tambahan ke seluruh kabin saat mencapai titik-titik ketinggian tertentu.
- Perjalanan terjauh dengan taksi
“Tujuannya kemana?” tanya supir taksi.
“Keliling dunia.” Jawab si penumpang.
Penasaran kira-kira berapa harga argo taksi yang harus dibayar jika dibawa berkeliling dunia? Leigh Purnell, Paul Archer dan John Ellison mencoba mencari tahu dengan menggunakan London taxi cab keluaran tahun 1992 untuk menempuh perjalanan sejauh 69.716 kilometer selama satu tahun. Perjalanan ini berakhir pada tahun 2012 dengan argo US$ 127.530 (sekitar 1.639.691.469 rupiah).
- 11 negara dalam 24 jam
Alison Bailey, Ian Bailey, John English dan David Kellie berhasil menciptakan rekor dunia dengan mengunjungi Hungaria, Slovakia, Republik Ceko, Austria, Jerman, Liechtenstein, Swiss, Perancis, Luxembourg, Belgia dan Belanda. Empat orang ini melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api pada tahun 1993 dan mengunjungi 11 negara tersebut dalam waktu 22 jam dan 10 menit.
- Dari London hingga Arizona
Terimakasih pada Robert McCulloch, warga USA dapat menikmati jembatan asli London di Arizona, USA. McCulloh merupakan pendiri kota Lake Havasu City di Arizona. Ia mencari-cari sebuah atraksi unik untuk kotanya dan mendengar bahwa London Bridge buatan John Rennie pada tahun 1931 perlahan-lahan tenggelam ke sungai Thames dan pemerintah kota membutuhkan jembatan baru. Karena sayang jika dihancurkan begitu saja, jembatan itu dilelang dan McCulloch membelinya seharga 2,46 miliar USD pada tahun 1968. Ia membawanya kembali ke USA, dan merakit kembali jembatan tersebut bata demi bata.

