Dunia Digital Jadi Fokus Utama Industri Pariwisata
Semakin berkembangnya dunia digital, industri pariwisata kini juga kian dinamis. Pelaku industri pariwisata Indonesia juga kian inovatif memperkuat media pemasaran dalam jaringan (daring). Banyak para pelaku usaha bahkan menganggarkan modal khusus untuk mengembangkan teknologi penunjang pemasaran dalam jaringan.
Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata (GAPI) Didien Junaedy, Selasa (21/4), di Jakarta mengatakan, pemasaran dalam jaringan produk tur dan angkutan umum ke destinasi ini sesuai tren pasar pariwisata global. Tren ini juga didukung maraknya jumlah wisatawan yang berusia usia 18-30 tahun. Kategori wisatawan itu lebih suka memilih promo tur berdasarkan informasi dari internet.
Selain itu, menurut Didien, mereka cenderung mempunyai anggaran wisata berbiaya rendah. ”Mereka terbiasa bepergian dalam jangka waktu singkat ke lokasi destinasi wisata yang belum banyak dikunjungi,” tambahnya.
Kondisi ini juga merupakan kesempatan bagi para pelaku industri pariwisata untuk meraih keuntungan lebih baik. Ketua Komite Tetap Pengembangan Pariwisata Kamar Dagang Indonesia Johnnie Sugiarto mengatakan, beberapa pelaku industri pariwisata telah memperoleh kenaikan pendapatan sejak mereka membuka laman pemasaran daring. Sektor perhotelan, misalnya, menerima omzet 30 persen lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Presiden Direktur PT. Panorama Sentrawisata Tbk Budi Tirtawisata menyebutkan, kategori wisatawan itu dapat bepergian lebih dari empat kali dalam setahun. Mereka tidak hanya mengunjungi lokasi wisata, tetapi juga berbisnis. Pihaknya telah mengembangkan laman pemasaran daring terkait kebutuhan wisatawan sekitar 4 tahun lalu. Panorama Sentrawisata mempunyai rajakamar.com, panorama-tours.com, dan travelicious.co.id. Ketiga laman itu berkontribusi 10 persen terhadap pendapatan perusahaan.
”Kami mengeluarkan dana jutaan dollar Amerika untuk mengembangkan laman pemasaran. Pada penerbitan obligasi berkelanjutan tahap II yang sebesar Rp 400 miliar, kami menganggarkan 200 miliar rupiah dari penerbitan untuk belanja modal,” kata Budi.
Dari laporan Organisasi Pariwisata PBB (UNWTO), jumlah turis mancanegara yang berasal dari Asia Pasifik mencapai 205 juta orang pada 2010 dan diperkirakan mencapai 541 juta orang pada 2030.