TOP

Merugi, Malaysia Airlines Jual A380

Didera situasi dan kondisi yang tak menguntungkan, Malaysia Airlines dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menjual seluruh pesawat Airbus A380 yang dimilikinya setelah maskapai tersebut terus menerus merugi akibat rentetan peristiwa yang terjadi tahun lalu, yaitu hilangnya pesawat MH 370 dan jatuhnya pesawat MH 17.

Situs penerbangan Leeham News and Comment  belum lama ini memberitakan bahwa seluruh pesawat Airbus A380 yang dimiliki maskapai nasional Malaysia tersebut kemungkinan akan dijual. Sementara situs flightglobal juga memberitakan bahwa sebagian pesawat Boeing 777-200ER dan pesawat A330-200 freighters milik Malaysia Cargo juga akan mengalami nasib serupa.

 

Menyelamatkan Maskapai

Menyikapi berita ini, Malaysia Airlines menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan berbagai upaya untuk melakukan restrukturisasi demi menyelamatkan maskapai tersebut. Meski tidak menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil.

“Malaysia Airlines sedang mencari klarifikasi mengenai spekulasi akan armadanya. Kami saat ini sedang melakukan upaya untuk memfinalisasi rencana bisnis kami, termasuk mempertimbangkan keberadaan pesawat yang digunakan untuk sektor jarak jauh,” ujar pihak Malaysia Airlines.

Pasca dua malapetaka berturut-turut yang menimpa pesawat Boeing 777 milik maskapai ini, Malaysia Airlines terus didera kesulitan keuangan. Tingkat kepercayaan yang rendah dari konsumen membuat maskapai ini terpaksa menarik sahamnya dari bursa dan mengganti CEO nya dengan mantan CEO Aer Lingus, Christoph Mueller.

Rencananya, sebanyak 6,000 karyawan Malaysia Airlines juga akan dikurangi, dan maskapai ini akan melakukan transformasi bisnis pada 1 Juli mendatang.

 

Berpisah Dari Singapura

Resmi beroperasi pada 1972, Malaysia Airlines awalnya bernama MSA (Malaysia Singapore Airlines) sebelum akhirnya berpisah dan menjadi maskapai mandiri. Pesawat berbadan lebar pertama yang dimiliki Malaysia Airlines adalah DC-10 pada 1976 dan Boeing 747 pada 1982. Meraih penghargaan bintang lima dari Sktrax, maskapai ini juga pernah memecahkan rekor dengan penerbangan Kuala Lumpur-Seattle dengan armada Boeing 777-200ER dengan waktu 21 jam 23 menit dan menempuh jarak 20.044 kilometer.