Panorama Incar Wisatawan Bebas Visa Masuk
PT Panorama Sentrawisata Tbk terus mengincar pasar wisatawan mancanegara yang berasal dari negara-negara yang dinyatakan bebas visa masuk Indonesia. Direktur utama Panorama Sentrawisata, Budi Tirtawisata mengatakan bahwa strategi tersebut sejalan dengan rencana pemerintah dalam mengembangkan industri pariwisata dalam negeri.
“Kami lebih mudah mendapatkan konsumen inbound ke Indonesia karena promosi dan kemudahan yang diberikan pemerintah itu,” jelas Budi Tirtawisata.
Budi mengatakan beberapa pasar potensial yang selama ini sudah digarap oleh Panorama dalah wisatawan asal Eropa, Amerika Utaradan Asia. Masing-masing wisatawan memiliki karakteristik yang berbeda-beda terkait dengan sasaran destinasi wisata. Wisatawan asal Eropa Barat, misalnya, lebih banyak memilih paket tour overland dari Sumatera hingga Bali, sedangkan wisatawan asal Amerika dan Asia masih membanjiri Pulau Bali.
Chief Operating Officer PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk Achmad Sufyani menambahkan, kecenderungan negara Eropa barat memilih paket tour overland lebih disebabkan karena faktor historis, misalnya wisatawan Belanda yang ingin mengunjungi situs-situs bekas peninggalan penjajahan Belanda yang tersebar di Sumatera dan Jawa.
“Saat ini wisatawan yang memilih paket overland mencapai 20 persen dari total inbound yang mencapai 600.000 orang per tahun,” jelasnya.
Sementara itu negara yang mengalami pertumbuhan wisata paling besar beberapa tahun ini adalah negara-negara dari Skandinavia. Selain menyasar wisatawan untuk datang ke Indonesia, Panorama juga berusaha untuk ikut berkontribusi dalam peningkatan kualitas industri pariwisata di Indonesia, dengan memberikan pelatihan sumber daya manusia, serta ikut mendorong pengembangan destinasi wisata.
Salah satunya adalah dengan mengembangkan dua desa wisata yang memproduksi gerabah dan mutiara di Lombok. Di kawasan tersebut Panorama juga memberikan pelatihan sumber daya manusia terkait hospitality bagi masyarakat yang ingin mebuka penginapan.