10 Pulau Cantik di Mediterrania Yang Kurang Populer
Meski tak terkenal seperti pulau-pulau tropis lainnya, namun pulau-pulau kecil di kawasan Mediterrania ini memiki penandangan pantai dan laut yang tak kalah indahnya dengan destinasi favorit para wisatawan saat ini. Situs CNN.com baru-baru ini melansir beberapa pulau yang tak populer namun menarik untuk dikunjungi.
Iles Sanguinares (Perancis)
Dalam bahasa Inggris pulau ini disebut dengan Bloody Island. Terlepas dari nama seram yang dimiliki, pulau ini sekarang justru identik dengan suasana santai. Empat pulau mungil di kawasan ini terkenal sebagai tempat menyaksikan matahari terbenam yang spektakuler, di mana saat langit memerah, laut akan memantulkan warna langit dan batu-batuan vulkanik berwarna merah yang terhampar di sepanjang pulau akan menyuguhkan pemandangan indah. Di sekitar pulau juga terdapat lokasi diving terbaik dan jika ingin menjelajah pulau, reruntuhan bekas bangunan karantina di pulau ini juga terkenal suasana angkernya.
Linosa (Italia)
Tak mudah mencapainya karena dibutuhkan waktu perjalanan selama 24 jam dari Roma. Pulau atol ini sebetulnya lebih dekat dengan daratan Tunisia daripada Pulau Sisilia di Italia. Saat tiba di pulau ini, pengunjung biasanya akan teringat akan kondisi di Planet Mars. Pantai La Pozzolana yang didominasi warna hitam memiliki lapisan belerang berwarna merah dan kuning yang menjadikan tempat ini sangat cocok untuk dinikmati sambil melewati makan malam romantis sambil menyaksikan matahari terbenam. Para pecinta snorkeling juga dapat menikmati indahnya laut jernih di sekitar pulau ini. Selain merupakan rumah bagi beberapa spesies penyu, tempat ini juga memiliki rumah sakit khusus yang didedikasikan untuk merawat penyu yang sering terjaring oleh para nelayan.
Susak (Kroasia)
Pulau seluas tiga kilometer persegi ini hanya memiliki kurang dari 300 penduduk. Susak dulunya pernah dijadikan salah satu tempat penting Kerajaan Romawi karena terkenal akan perkebunan anggurnya. Walau kawasan ini pernah menjadi lokasi peperangan antara Venezia dan Saracen, pulau ini tetap berada dalam isolasi. Bahkan hingga kini pun warga setempat berbicara dengan dialek yang berbeda dengan orang Kroasia pada umumnya. Saking kecilnya, mobil tak diizinkan untuk melintas di sini. Hanya traktor, gerobak dan sepeda yang boleh beroperasi di pulau ini. Mencapai pulau ini bisa melalui udara dengan pesawat dari Zagreb ke Krk di Pulau Rab lalu dilanjutkan dengan feri ke Susak.
Chrisi (Yunani)
Pulau yang dulunya pernah dijadikan markas bajak laut ini terletak di Laut Libya dan terkenal dengan hutan-hutan kecilnya serta reruntuhan bangunan, kapel dan pemakaman Romawi. Pengunjung tak bisa menginap di pulau ini namun di salah satu pantainya terdapat sebuah bar untuk bersantai. Bar yang berlokasi di Pantai Belgrina tersebut juga terkenal karena pantai ini dikelilingi fosil kerang yang dulunya banyak dijadikan bahan pewarna oleh bangsa Romawi untuk mewarnai jubah-jubah para bangsawan Eropa.
Medes (Spanyol)
Pulau mungil ini dikelilingi taman laut seluas 16.000 meter persegi yang menjadi rumah bagi reruntuhan dinding yang dibangun oleh para ksatria pasukan penginjilan perang suci. Tur untuk berkunjung ke pulau ini juga didampingi oleh para ahli biologi yang hanya diadakan dua kali dalam setahun dengan tur favorit adalah diving dan snorekling. Di sekitar pulau juga terdapat situs karang Caral Bernatt dan Tascons yang dipenuhi lobster, kerapu raksasa dan para peredator laut.
Serifos (Yunani)
Kepulauan Cyclades memang sudah populer di kalangan wisatawan dunia, mengingat di sini juga terdapat Santorini yang cantik. Namun belum banyak yang tahu tentang keberadaan Pulau Serifos yang sebetulnya lebih eksotis dari Santorini dan Mykonos. Pengunjung di pulau ini bisa menyusuri sisi pulau yang masih jarang tersentuh atau menggunakan operator tur jip untuk mengunjungi situs pertambangan yang tak digunakan lagi. Menuju ke Serifos, wisatawan dapat menggunakan feri yang berangkat dari Pelabuhan Piraeus, Athena.
Alicudi (Italia)
Lupakan sejenak kehidupan modern saat berada di pulau ini. Tempat yang tidak teraliri listrik ini juga masih melestarikan kereta keledai sebagai sarana transportasi. Jika di kota besar orang mengenal taksi, di Alicudi hanya terdapat “donkey taxi”. Tak ada jalan beraspal, hanya jalan tanah berkelok sepanjang 25 kilometer di antara rumah-rumah warga yang berwarna putih. Pastikan membawa uang tunai saat berkunjung ke sini karena tak ada ATM dan untuk belanja hanya terdapat satu pasar tradisional berukuran kecil dan sebuah warung penjual surat kabar.
Boscaada (Turki)
Meski namanya tak terkenal dalam buku panduan wisata, namun pulau di perairan Agean ini sudah terkenal sejak ribuan tahun lalu. Homer dalam karyanya, Iliad, pernah menyebutkan pulau ini sebagai tempat bersembunyi armada Oddyseus untuk menyerang Troy. Di abad 16, penguasa Ottoman, Sulaiman Agung juga pernah mendirikan benteng menggantung yang dikelilingi perkebunan anggur. Dulunya pulau ini dihuni oleh para prajurit kerajaan dan para nelayan yang kini mewarisi rumah-rumah indah di seantero pulau.
Palmarola (Italia)
Pulau terpencil ini meski sering dianggap sebagai “pulau yang hilang” oleh warga setempat, namun memiliki suasana santai yang banyak diincar para wisatawan. Berkunjung ke sini layaknya kembali era Jurassic di mana pohon-pohon masih tumbuh liar dan subur serta perairan yang berwarna biru terang masih bisa ditemui dalam gua-gua di pinggir laut. Salah satu sisi di pulau ini yang sangat indah disebut dengan the Cathedrals, berupa dinding batu yang menakjubkan .
Ile Piana (Perancis)
Pulau mungil ini terletak di bagian selatan Corsica dan bisa dicapai dengan tergantung dari kondisi laut dan gelombang. Saat laut tidak pasang, pengunjung bahkan bisa berjalan kaki atau berenang ke pulau ini dari Pantai Piantarella di daratan utama Corsica. Namun bila laut sedang pasang dan ombak cukup tinggi, cara mencapainya adalah dengan speedboat. Di pulau mungil ini pengunjung bisa bersantai di pasir pantai yang halus atau berenang di lautnya yang jernih. Jika angin sedang berhembus kencang, bisa juga menikmati kite surfing.
Sumber: CNN.com
Foto: CNN.com



