TOP

Aman Akan Resmikan Properti Terbarunya di Shanghai

Kelompok properti Aman menyatakan siap meluncurkan properti keempatnya di Tiongkok pada 2017 nanti yang merupakan proyek terambisius mereka hingga saat ini. Properti terbaru Aman ini terletak di sebuah desa bersejarah yang dikelilingi oleh hutan kamper (kapur barus) yang dianggap keramat. Lokasinya yang damai dan introspektif menyamarkan kedekatan properti ini dari hingar-bingarnya pusat kota Shanghai.

Namun proyek ini tidak terlepas dari ancaman bahaya. Beberapa dari pohon-pohon megah di sini memiliki berat hingga 50 ton dan tingginya menjulang 100 kaki ke atas, sementara area yang menjadi situs waduk memiliki lanskap yang berbukit-bukit. Banjir bandang pun pernah merusak kawasan ini.

Di lokasi ini sekarang pohon-pohon ditanam kembali di tanah aslinya, menghadap ke arah yang sama seperti sebelumnya. Setelah dirawat dengan hati-hati selama tiga tahun, sekitar 80 persen pohon berhasil diselamatkan.  Struktur kontemporer kemudian dibangun di sekitar rumah-rumah kuno yang telah disusun ulang di situs ini, menciptakan sebuah suaka yang tentram dan menjadi monumen hidup bagi kelestarian sejarah Jiangxi.

Dengan lokasi yang mudah dijangkau dari Shanghai dan menempati lahan seluas 40 hektar, serta dipenuhi dengan pepohonan berumur ribuan tahun dan danau yang cantik, resor ini juga dilengkapi dengan sebuah Aman Spa yang memiliki dua kolam renang, enam lokasi bersantap; dan Nan Shu Fang, sebuah taman teduh yang tenang di salah satu Antique Villas. Suites dan vila terbaru resor ini melengkapi 24 Antique Villas yang telah direstorasi dengan interior kontemporer dan kolam renang pribadi.

Desain arsitektur resor ini di bawah pimpinan arsitek ternama Kerry Hill, yang mewujudkan esensi dari budaya tradisional Tiongkok dengan memadukan unsur lama dan baru secara seksama. Restorasi ini tidak hanya berhasil menyelamatkan bangunan rumah bersejarah, namun juga telah memberikan rumah baru bagi kelangsungan hidup hutan kamper yang sebelumnya terancam eksistensinya.

Vladislav Doronin, Chairman dari Aman, menjelaskan, “Setiap properti Aman memiliki cerita tersendiri dan yang satu ini pun tanpa terkecuali. Proyek ini, dan tantangan-tantangan yang muncul, sulit untuk dibayangkan. Namun kami berhasil melampaui itu semua tidak hanya demi menentang gerusan masa, tetapi juga untuk mendobrak batasan-batasan traditional hospitality. Resor ini adalah warisan masa lalu yang berdiri megah sebagai saksi sejarah bagi generasi mendatang.”

Properti ini melanjutkan kesuksesan Aman Summer Palace di Beijing – sebuah koleksi hunian warisan budaya yang terletak hanya beberapa langkah dari Istana Musim Panas, Amanfayun di Hangzhou – sebuah desa peninggalan dari era dinasti Tang yang menempati bekas perkebunan teh dan hutan bambu, dan Amandayan yang mengusung budaya Nakhi dan terletak di bukit di atas kota tua Lijiang yang dilindungi oleh UNESCO.