TOP

Art Dubai 2017 Tampil dalam Format Baru

Art Dubai kembali digelar untuk kesebelas kalinya pada 15-18 Maret 2017.

Memasuki dekade kedua di bawah kepimpinan direktor yang baru, Myrna Ayad, Art Dubai 2017 bakal membuat sejumlah perubahan baru.

Pertama, kategori Marker – sebuah area yang didedikasikan untuk seni di sebuah wilayah geografis tertentu – sudah dihapus.

Pablo del Val, Direktur Internasional Art Dubai, yang bergabung dengan tim tahun lalu setelah menjadi bagian dari tim organisasi seni terkemuka Amerika Latin Zona Maco, menjelaskan bahwa keputusan tersebut sudah tepat.

“Keberadaan Marker sangat krusial untuk mengedukasi pengunjung dan publik tentang kesenian di suatu daerah tertentu, selain merupakan alternatif untuk memamerkan sebuah karya seni,” katanya. “Setelah 10 tahun, kami merasa sudah mencapai tujuan tersebut. Meski kami menghapusnya, pendekatan seni yang dilakukan di Marker tetap tercermin di aula-aula galeri seni lainnya.”

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Art Dubai bakal menampilkan lebih dari 90 galeri dari 44 negara.

Di ruang seni kontemporer, karya-karya seni dari berbagai galeri ini bakal tersebar di dua aula, namun dalam format baru, dengan ruang spesial diberikan untuk lebih dari 30 galeri yang fokus terhadap pameran solo atau kelompok yang terdiri dua seniman.

“Ini adalah pendekatan yang sama sekali berbeda (dibandingkan bursa seni lainnya),” kata del Val. “Membuat pengunjung dapat memahami dunia dari satu-dua orang seniman dapat menjadi pengalaman yang fantastis, sehingga kami bakal menyoroti ruang spesial ini saat pengunjung memasuki pameran Art Dubai.”


Terbesar di Timur Tengah

Merupakan salah satu seni paling inovatif dan berpengaruh di Timur Tengah, kehadiran Art Dubai membukakan peluang bagi para seniman dari Timur Tengah dan negara-negara Islam di sekitarnya untuk unjuk gigi di dunia seni rupa internasional.

Selain itu, di tengah situasi hubungan antarnegara yang kian menutup diri, Art Dubai menyediakan portal yang memperluas gerak percakapan dan perdebatan seputar seni rupa antara pelakon seni di wilayah setempat maupun internasional.

Didukung Perdana Menteri Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Art Dubai kini menjadi pameran seni Arab terbesar di dunia.

Kehadiran nama-nama tersohor, seperti Glenn Lowry (Direktur Museum Seni Modern New York), Germano Celant (Direktur Yayasan Prada), serta Hans Ulrich Obrist (kurator Galeri Serpentine London) juga menjadi pemikat tersendiri di Art Dubai. Begitu pula kerja sama British Council untuk Art Dubai melalui pesta kurator dari beberapa museum di Inggris, seperti Tate Liverpool dan Museum Ashmolean.