Bali Akan Siapkan Bandara Terapung
Mengantisipasi tingginya aktifitas penerbangan di Bali, investor asal Kanada, yaitu Arca, menyatakan minatnya untuk membangung bandara terapung di pesisir pantai Buleleng, Bali Utara. Perwakilan investor tersebut, Made Mangku, mengatakan jika semua pihak mendukung, maka tahun depan pembangunan bandara terapung itu akan mulai direalisasikan.
“Kalau semuanya mendukung, tahun depan bisa dimulai pembangunannya,” ujarnya pada Kamis (21/05) di Bali.
Menurutnya, bandara tersebut akan dibangun dengan jarak kurang lebih 1 kilometer dari garis pantai dengan dua landasan pacu di mana pembangunnanya akan terjadi dalam tiga tahap.
“Tahap pertama adalah reklamasi lahan seluas 300 hektar,” jelasnya.
Untuk pembangunan tahap kedua akan membutuhkan lahan seluas 900 hektar yang akan digunakan untuk membangun dua landasan pacu. Dan pada tahap ketiga pihaknya membutuhkan lahan seluas 300 hektar.
”Sehingga totalnya kita butuh 1.400 hektar untuk pembuatan landasan pacu dan airport city,” ucapnya.
Untuk mewujudkan proyek ambisius ini, dana yang dibutuhkan pun tidak sedikit. Dengan seluruh pembangunan ini, Made memperkirakan pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp 30 triliun hanya untuk tahap pertama saja. Hal tersebut dikarenakan adanya hak kelola bandara selama 50 tahun yang bisa diperpanjang. Made mengaku, pihaknya sanggup menyiapkan hingga 80 persen dari total biaya tersebut.