Bandara Ngurah Rai Terbaik Nomor Tujuh Dunia
Merupakan salah satu gerbang internasional untuk masuknya wisatawan asing ke Indonesia, Bandara Internasional Ngurah Rai berhasil masuk ke dalam urutan tujuh kategori bandara dengan tingkat pelayanan terbaik di dunia. Posisi ini berhasil diraih dari hasil survei Airport Service Quality (ASQ) yang dilakukan oleh Airport Council International (ACI) pada periode Oktober-Desember 2014.
Dalam kategori bandara dengan jumlah penumpang 15 hingga 25 juta penumpang per tahun, ACI juga turut melakukan penilaian pada 31 bandara di dunia.
Selain Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya juga masuk dalam kategori 10 besar tersebut. Kedua bandara ini masuk dalam pengelolaan Angkasa Pura I dan berhasil menempati peringkat di atas Bandara Kansai Osaka Jepang; Bandara San Diego California, Amerika Serikat; Bandara Zurich, Swiss; Bandara Brisbane Queensland, Australia, dan Bandara Manchester, Inggris.
Utamakan Layanan
Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo menjelaskan bahwa Airport Service Quality (ASQ) merupakan program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara yang dilakukan oleh Airport Council International (ACI) yang berbasis di Montreal, Kanada.
Penilaian ASQ ini melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas pelayanan penumpang dan fasilitas penunjang bandara seperti ketersediaan bank, ATM, money changer, fasilitas belanja, tempat makan, sarana hiburan di bandara, serta keramahan dan kesigapan staf bandara dalam melayani penumpang.
“Pengelola bandara di dunia sangat selektif dan hanya mengajukan bandara terbaiknya. Angkasa Pura I mengikutkan empat bandara dan Angkasa Pura II menyertakan lima bandara,” ujar Tommy Soetomo di Bali.
Menurut Tommy, dengan terpilihnya Bandara Ngurah Rai sebagai peringkat tujuh dalam layanan terbaik dunia, tentu saja ini sekaligus menjadikan bandara ini sebagai bandara terbaik di Indonesia.
Pertama kali dioperasikan pada 1930, bandara ini awalnya bernama Pelabuhan Udara Tuban dengan landasan pacu sepanjang 700 meter yang beralas rumput. Tentara Jepang sempat menghancurkan bandara ini sebelum merenovasinya dengan landasan berplat baja.
Pada 1 Agustus 1969 bandara ini berganti nama menjadi Pelabuhan Udara Internasional Ngurah Rai. Pembangunan dan perkembangan bandara ini mulai banyak dilakukan di era 1970-an dengan membangun terminal internasional . Pembangunannya pun terus berlanjut hingga pengoperasian gedung baru seperti saat ini.
foto: www.bali-airport.com