Bebas Visa Naikkan Kunjungan Wisatawan
Pemerintah baru saja menerbitkan Perpres No.69/2015, mengenai kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) kepada 30 negara untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata. Kebijakan tersebut diharapkan bisa efektif meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara yang 2015 ini ditargetkan mencapai 10 juta orang.
Kebijakan tersebut didukung oleh data dari APEC, UNWTO dan WTTC yang menunjukkan bahwa pemberlakuan BVK memberi dampak pertumbuhan pariwisata. Di negara G-20 kebijakan seperti ini berakibat pertumbuhan kunjungan sebanyak 18 persen.
Contohnya, Korea memberlakukan BVK kepada wisatawan Tiongkok. Begitu juga Tiongkok memberlakukan BVK kepada wisatawan dari Jepang. Kedua negara tersebut mengalami kenaikan arus kunjungan wisman sebesar rata-rata 18 persen.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, “BVK merupakan bagian dari peningkatan pelayanan dari bisnis jasa pariwisata. Sudah banyak negara termasuk negara tetangga yang memberikan BVK sebanyak-banyaknya negara”. Hal tersebut disampaikan pada acara silahturahmi dengan wartawan pada Rabu 8 Juli 2014 di hotel The Groove Suites, Jakarta.
Malaysia telah memberlakukan BVK kepada 164 negara. Sedangkan Thailand, telah memberlakuan BVK kepada 56 negara. Indonesia selama ini baru membebaskan visa kepada 15 negara. Kelimabelas negara tersebut adalahThailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, Myanmar, Hong Kong dan Macau.
Kini dengan pemberlakuan kebijakan yang baru, ada 30 negara baru yang mendapat BVK yaitu untuk Kawasan Asia Pasifik dan Amerika, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru dan Meksiko. Dan untuk kawasan Eropa adalah Rusia, Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Italia dan Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hongaria dan Ceko. Terakhir untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika adalah Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman dan Afrika Selatan.
Pemberlakuan BVK tersebut hanya untuk wisman yang khususmasuk dan keluar dari lima bandara, yaitu Soekarno Hatta (Tangerang), Ngurah Rai (Bali), Kualanamu (Medan), Juanda ( Surabaya), Hang Nadim (Batam) dan empat pelabuhan, yaitu Sri Bintan ( Tanjung Pinang), Sekupang ( Batam), Batam Center (Batam) dan Tanjung Uban (Bintan).