Berbagai Alasan Kunjungi Sri Lanka
Sri Lanka merupakan destinasi yang mulai naik daun di kalangan wisatawan dunia. Selain memiliki berbagai atraksi wisata yang bisa dikunjungi, aksesnya pun mudah, hanya empat jam untuk penerbangan langsung dari/ke Jakarta (dan dua jam untuk penerbangan langsung dari/ke Medan) dengan Mihin Lanka, maskapai berbiaya rendah dari SriLankan Air. Meski demikian, selama ini penumpangnya kebanyakan tenaga kerja wanita dan para jemaah haji yang transit menuju Timur Tengah. Padahal banyak hal yang bisa dilakukan di negara yang luasnya hanya setengah Pulau Jawa ini.
Hadir dalam acara pembukaan Sri Lankan Food & Cultural Festival pada 4 Februari 2015, Malintha Fernando selaku Country Manager Mihin Lanka Air di Indonesia dan Managing Director LSR Hotel Sri Lanka Dirk Grigson menyebutkan sejumlah alasan bagi orang Indonesia untuk mengunjungi Sri Lanka, yaitu:
Pesona alam yang lengkap, mulai dari pantai berpasir putih dengan gulungan ombak yang sempurna untuk menikmati olahraga air, hingga pegunungan yang diselingi hamparan perkebunan teh, semuanya ada di Sri Lanka.- Situs Warisan Dunia UNESCO, yaitu Sigiriya yang secara harfiah berarti Batu Singa. Gunung batu ini menjulang setinggi 200 meter dengan panorama hutan eksotis di sekelilingnya.
- Masyarakat multibahasa karena masyarakat Sri Lanka tak hanya fasih berbahasa Inggris, namun juga banyak yang dapat berbicara dalam bahasa Arab, Jerman, Perancis, Jepang, dan Rusia.
- Transportasi memadai, mulai dari taksi, tri-shaw (tuk-tuk), bus, hingga kereta. Sri Lanka juga memiliki dua bandara internasional di Colombo yang jarak antar keduanya bisa ditempuh dalam 20 menit. Pilihan akomodasi pun beragam, mulai dari bed and breakfast hingga resor berbintang. Sejumlah jaringan hotel mewah yang populer di dunia, seperti Sheraton dan Shangri-La, juga akan segera beroperasi di Colombo.
- Kuliner lezat yang kaya rempah. Sekilas memang mirip makanan India, namun yang membedakan adalah masakan Sri Lanka tidak menggunakan krim dan menggantikannya dengan santan. Penggunaan rempah pada masakan Sri Lanka juga lebih ringan dibandingkan masakan India. Bagi yang penasaran dengan masakan Sri Lanka, kunjungi The Sultan Hotel & Residence Jakarta yang menggelar Sri Lankan Food & Cultural Festival pada 4 – 7 Februari 2015 di Lagoon Cafe. Festival makanan dan budaya ini menjadi kesempatan terbaik bagi yang ingin berkunjung ke Sri Lanka dan mengintip kekayaan kuliner yang bisa ditawarkan negara tersebut. Tak perlu khawatir soal keotentikannya, karena hotel ini telah mengundang Chef Bisma, koki terkenal asal Sri Lanka, yang siap menjamu tamu dengan berbagai makanan lezat dari kampung halamannya.
Hopper Hingga Kari
Hopper atau appa adalah salah satu hidangan sarapan favorit orang Sri Lanka. Wujudnya mirip serabi atau kue ape, penganan asal Tamil ini terbuat dari adonan tepung beras dan santan yang dibiarkan satu malam untuk berfermentasi, lalu – tergantung selera – bisa ditambahkan telur setengah matang di tengahnya. Dinikmati bersama seeni sambol (mirip sambal dengan paduan rasa manis, pedas, dan asam), hopper juga biasanya disantap bersama dhal curry. Hopper yang disajikan di Sri Lankan Food & Cultural Festival tidak dibuat terlebih dahulu dan dihidangkan langsung di meja prasmanan, namun dimasak langsung di depan para tamu, sehingga mereka pun bisa melihat langsung cara membuat makanan sederhana tersebut sembari menahan rasa lapar yang datang tiba-tiba saat aroma wangi menguar dari panci berisi hopper.
Penganan manis lainnya adalah Oil Cake atau Konda Kavum. Kue berbentuk mirip jamur ini (atau mirip konde, menurut orang Sri Lanka) terbuat dari tepung beras dan santan serta digoreng dalam minyak kelapa. Konda Kavum memiliki tekstur mirip bikang ambon, yaitu sedikit kenyal, dengan rasa legit. Atau bila menginginkan sesuatu yang renyah dengan rasa yang tak terlalu manis, Kokis bisa menjadi pilihan. Terbuat dari tepung beras, santan, dan telur, bentuk Kokis beraneka ragam tergantung cetakannya, bisa mirip bintang, roda, atau bunga.
Sri Lankan Food & Cultural Festival juga menghidangkan aneka kari, seperti Fish Ambul Thiyal atau kari ikan asam dengan potongan daging berbentuk dadu, lalu ditumis bersama lada hitam, kayu manis, kunyit, bawang, daun pandan, dan daun kari, kemudian ditambahkan goraka kering untuk memberikan rasa asam. Semua bahan kari direbus dengan sedikit air hingga kuah meresap ke dalam setiap potongan ikan. Hasilnya? Lauk ikan berwarna sedikit kehitaman dengan wangi tajam dari rempah-rempah dan rasa yang sedikit asam, serta paling cocok dinikmati bersama nasi atau pol roti (roti kelapa yang bulat dan pipih). Selain kari ikan, tersedia juga varian kari dengan daging domba dan daging ayam yang tak kalah lezatnya dengan rasa pedas yang pas di lidah.
Untuk minuman, selain menyajikan Teh Dilmah yang memang asal Sri Lanka, tersedia juga cocktail dan mocktail yang diracik khusus oleh bartender dengan paduan teh Ceylon yang beraneka rasa dan aroma.
Tak hanya menikmati sajian kuliner Sri Lanka, tamu juga dapat menikmati pertunjukan kebudayaan negara tersebut, seperti musik dan tarian tradisional, selain juga berbagai dekorasi dan lukisan kebudayaan. Di sana-sini, Majalah Panorama sempat menemui miniatur gajah yang lucu. Sebagai catatan, sama halnya dengan Gajah Sumatera, Gajah Sri Lanka memang terkenal dan menjadi ikon negara tersebut, namun sayangnya hewan raksasa tersebut terancam punah akibat pembalakan dan perburuan liar.
Bila ingin meramaikan festival ini, datanglah di saat makan siang atau makan malam – atau lebih baik reservasi terlebih dahulu melalui (021) 5703600 atau info@sultanjakarta.com. Lagoon Cafe terletak tak jauh dari lobi hotel, yaitu tinggal menuruni tangga dari lantai utama sebelum tiba di ruangan berkapasitas 250 orang dengan deretan set meja makan yang elegan. Tempat terbaiknya adalah di samping jendela lebar dengan pemandangan danau dan rerumputan hijau yang membuat siapa pun bagai sedang tak berada di Jakarta yang hiruk-pikuk. Lokasinya yang strategis di tengah Jakarta pun membuat restoran ini pilihan ideal untuk bersantap bersama rekan kerja, pasangan, ataupun keluarga.
Lagoon Cafe
The Sultan Hotel & Residence Jakarta
Jalan Gatot Subroto, Jakarta 10002
T. (021) 5703600
www.sultanjakarta.com
(Teks: Melinda Yuliani)