Danau Toba Menuju Festival Bertaraf Internasional
770
Sejak tahun ini hingga lima tahun mendatang, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mengambil alih pelaksanaan Festival Danau Toba demi menjadikannya festival bertaraf internasional. Dengan begitu, semakin banyak orang yang akan melirik danau terluas di Asia Tenggara ini sebagai tujuan berwisata sehingga masyarakat setempat pun semakin bersemangat melestarikan keindahannya. Lagipula jika jumlah wisatawan meningkat, masyarakat pulalah yang akan menikmati hasilnya dalam bentuk peningkatan kesejahteraan.
Penuh Acara Menarik
Festival Danau Toba 2013 digelar pada 8 – 14 September dengan serangkaian acara menarik. Solu Bolon adalah salah satu highlight Festival Danau Toba 2013, di mana peserta mendayung perahu sejauh 200 meter untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp 300 juta. Perlombaan tersebut akan melibatkan peserta dari 11 kabupaten/kota di kawasan Danau Toba maupun provinsi lain di Indonesia. selain peserta dari luar negeri. Solu Bolon atau mendayung perahu ini juga telah diusulkan untuk menjadi ikon Kabupaten Simalungun. Selain Solu Bolon, perlombaan menarik lainnya adalah paralayang. Bermula dari Bukit Beta, peserta dapat menyaksikan keindahan Danau Toba dari ketinggian dengan dua pilihan tempat pendaratan, yaitu darat dan air. Lomba berenang sejauh 500 meter dan lomba renang estafet mengelilingi Danau Toba juga diprediksi akan menarik perhatian pengunjung. Lomba renang 500 meter ini terbuka bagi perenang atlit maupun non-atlit, sementara untuk renang estafet, satu tim berisikan lima orang untuk menempuh jarak 112 kilometer. Perenang internasional, seperti Thomas Peter Lurz dari Jerman, Martina Grimaldi dari Itali, dan Poliana Okimoto dari Brasil dikabarkan akan mengikuti lomba tenang selama festival yang hingga 2017 ini akan konsisten dilaksanakan pada minggu kedua September. Hal ini karena di saat itulah Danau Toba sedang dalam keadaan terbaiknya, sehingga kecantikannya akan lebih terpencar untuk dinikmati para pengunjung. “Danau Toba akan menjadi tempat uji nyali para perenang dunia. Kalau belum berani berenang mengelilingi Samosir di tengah Danau Toba, jangan mengaku sebagai perenang kelas duia,” seloroh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar.
Sajian Budaya
Selain olahraga, Festival Danau Toba juga menyajikan berbagai pertunjukan budaya. Berbagai upacara tradisi, seperti upacara Sulang-Sulang Hariapon (tradisi Batak untuk menghormati orangtua), tahapan pernikahan adat Batak, dan masih banyak lagi akan ditampilkan adat Batak, dan masih banyak lagi akan ditampilkan untuk menunjukan kekayaan budaya Batak Toba. Patung kayu Sigale-gale yang terkenal mistis pun tak ketinggalan meramaikan festival. Patung tersebut akan diarak dalam karnaval yang bermula dari Lapangan Sepakbola Ambarita menuju panggung terbuka di Tuktuk sejauh lima kilometer. Dalam karnaval ini, mata pengunjung juga akan dimanjakan oleh keunikan topeng Batak dan keindahan kain ulos. Daya tarik Festival Danau Toba 2013 lainnya adalah World Drum Festival yang akan menampilkan permainan drum dari berbagai belahan dunia, termasuk gondang asal Batak. Tercatat Korea Selatan, Myanmar, Malaysia, dan Singapura akan meramaikan Lake Toba’s World Drum Festival. Itu semua masih ditambah peserta dari luar Sumatra Utara, yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, Sumatra Barat, Aceh, Riau, Sulawesi Selatan, hingga Papua yang akan unjuk kebolehan. Festival ini diharapkan dapat memenuhi target untuk mendatangkan minimal satu juta wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini karena tahun-tahun sebelumnya pengunjung ke Danau Toba hanya sekitar 250.000 orang,” ungkap Sapta Nirwandar.