TOP

Digital, Dunia Bisnis Masa Depan

 

Berkembangnya teknologi digital, tanpa sadar telah menggerogoti bisnis yang dilakukan secara konvensional. Berganti kiblat menjadi digital juga tak mudah, tanpa beradaptasi dan melakukan hal yang tepat, bisnis akan terancam mati.

Senior Manager Public Relations PT Garuda Indonesia Tbk, Ikhsan Rosan menjelaskan bahwa penjualan tiket secara daring telah meningkat pesat. Pada 2014 penjualan tiket secara daring mencapai 20 persen dari total penjualan. Pada 2015 diperkirakan akan mencapai 30 persen.

Kondisi yang sama juga dialami PT Panorama Sentrawisata Tbk yang melayani penjualan paket wisata dan tiket. Vice President Panorama Tours Bobby Riawan, melalui Media and Communications Manager PT Panorama Sentrawisata Tbk Christine Lie, menjelaskan bahwa untuk menjangkau pasar milenial berumur 19 hingga 30 tahun, perusahaan mengembangkan bisnis berbasis daring. Melalui laman internet yang diluncurkan akhir 2014 lalu, pengembangan ini sudah memberikan hasil yang signifikan dengan setidaknya transaksi melalui internet ini sudah mencapai 10 persen.

Pada bisnis otomotif, penggunaan teknologi digital telah menurunkan pendapatan bengkel konvensional yang kesulitan untuk memperbaiki perangkat digital terbaru. Bengkel mobil konvensional tidak mampu melakukan perbaikan pada sistem pengendali.

Di Amerika Serikat, kehadiran Uber telah menekan pendapatan sejumlah taksi konvensional karena pesanan terhadap taksi juga semakin berkurang dan beralih ke Uber.

 

Perusahaan Harus Beradaptasi

Pakar manajemen Rhenald Kasali menjelaskan bahwa persaingan ini bukanlah persaingan antar produk tapi persaingan model bisnis.

“Mereka harus melakukan perubahan cara penjualan, layanan dan lain-lain, sehingga akan berdampak pada harga. Fasilitas digital memungkinkan konsumen menerima harga yang lebih rendah.”

Contohnya, President Director PT Unilever Indonesia Tbk Hemant Bakshi menyampaikan, pertumbuhan kelas menengah yang pesat mengakibatkan transformasi dunia ritel.

Itu sebabnya sejak 2014 Unilever Indonesia serius mengadaptasi teknologi guna memperkuat rantai suplai. Pada November lalu perusahaan juga sudah menjalankan proyek percobaan sistem pengelolaan pemesanan melalui telpon pintar.

Alur pelanggan mulai dari pemesanan, proses penagihan hingga pengiriman tagihan kepada pelanggan akan mengalami proses otomatisasi penuh.     

 

Sumber: Kompas, 16 Juni 2015