Garuda Indonesia Buka Rute Beijing-Denpasar
Garuda Indonesia membuka rute baru Beijing-Denpasar dalam rangka memperkuat jaringan penerbangan internasional, terutama dengan daerah-daerah di Asia Pasifik. Peresmian rute baru ini dilakukan dengan upacara pemotongan pita yang dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo, Menteri Pariwisata Arif Yahya dan perwakilan Beijing Capital Airport Wen Wu di depan departure gate di BeijingĀ beberapa saat sebelum penerbangan perdana dilakukan 13 Januari 2015 lalu.
Rute baru ini akan diterbangkan tiga kali seminggu, yaitu pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Armada yang digunakan adalah Airbus A330-200 yang dapat mengangkut 222 orang penumpang dengan 36 seat kelas bisnis dan 186 seat kelas ekonomi. Dengan penambahan rute langsung ini, Garuda Indonesia resmi melayani penerbangan dari dan ke Beijing tujuh kali seminggu dengan titik pemberangkatan Jakarta atau Denpasar.
Menyambut hari raya Imlek yang akan jatuh pada bulan Februari mendatang, Garuda Indonesia juga berencana membuka penerbangan khusus chartered flight ke beberapa kota di Tiongkok dari Denpasar dan Manado. Kota-kota tersebut antara lain Chengdu, Chong Qin, Ningbo, Kunming, Junan, Harbin, Xian, Shenyang dan Chengzhou. Chartered flight akan tersedia untuk bulan Februari dan Juli 2015.
Direktur utama Garuda Indonesia Arif Wibowo mengatakan bahwa Indonesia dan Tiongkok memiliki hubungan sejarah yang panjang. Pembukaan rute baru diharapkan berpengaruh baik untuk industri pariwisata, semakin mendukung kerjasama kedua negara, mendorong pertumbuhan investasi dan juga memfasilitasi pertukaran budaya.
Tiongkok dan Indonesia sama-sama mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik beberapa tahun ini. Hal ini turut meningkatkan jumlah masyarakat di kelas menengah yang sering bepergian ke luar negeri. Tiongkok misalnya, memiliki 100 juta orang yang berwisata ke luar negeri setiap tahunnya. Pertumbuhan ini mendorong Garuda Indonesia membuka jalur penerbangan baru. Di kwartal pertama tahun 2014 saja, Garuda Indonesia sudah menerbangkan 400.000 penumpang dari dan ke Tiongkok. Jika membawa pertumbuhan positif, rute yang sama juga akan dibuat untuk membawa penumpang ke Shanghai dan Guangzhou.