TOP

Garuda Indonesia Dukung Earth Hour

Sebagai bagian dari komitmennya untuk menjadi “green airline” yang mewujudkan lingkungan sehat dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan di sektor transportasi udara, Garuda Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan kampanye switch off  Earth Hour 2016 pada Sabtu, 19 Maret 2016 di Hangar 4 GMF Aero Asia, Cengkareng, pukul 20:30 – 21:30 WIB.

Hal ini dimaksudkan untuk menghadirkan pengalaman berbeda dengan menampilkan background hanggar sebagai lokasi pelaksanaan switch off campaign tersebut. Hanggar 4 GMF Aero Asia merupakan hanggar untuk pesawat narrow body terbesar di dunia yang mengusup konsep eco-friendly.

Pelaksanaan kampanye “Earth Hour 2016”  ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Garuda Indonesia terhadap kelestarian alam dan lingkungan, serta perwujudan komitmen kepada pengurangan dampak perubahan iklim. Tahun 2016 ini merupakan tahun ke-8 keikutsertaan Garuda Indonesia dalam kampanye ini sejak dilaksanakan pada 2009 lalu.

“Earth Hour” merupakan salah satu bentuk kegiatan kampanye secara internasional untuk menarik partisipasi publik dalam upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim global yang semakin mengkhawatirkan. Melalui kampanye yang diprakarsai oleh World Wide Fund for Nature (WWF) ini, masyarakat dihimbau untuk melakukan pemadaman (minimal) satu lampu dan peralatan elektronik lainnya yang tidak dipergunakan (di rumah atau di perkantoran) selama satu jam, sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan percepatan perubahan iklim global.

Kampanye Earth Hour merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia dalam turut serta menjaga kelestarian lingkungan dan upaya penyelamatan bumi dari bahaya global warming. Melalui kegiatan ini, Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu menjaga dan melestarikan bumi dari kerusakan dan bahaya pemanasan global.

Pada “Earth Hour” 2016 ini Garuda Indonesia kembali mencanangkan target pemadaman lampu dan alat listrik lainnya sebesar 12.000.000 watt, yaitu sama dengan pencapaian penghematan listrik pada Earth Hour tahun 2015 lalu. Untuk mendukung suksesnya pelaksanaan program ”Earth Hour 2016” ini, Garuda Indonesia melaksanakan berbagai program antara lain sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pemadaman lampu selama satu jam pada bagian-bagian tertentu pada seluruh kantor perwakilan Garuda Indonesia Group di seluruh Indonesia dan juga di kantor pusat – Gedung Manajemen Garuda Indonesia;
  2. Melaksanakan pemadaman billboard Garuda Indonesia di kantor-kantor di Indonesia seperti di Gunung Sahari, Bandara Soekarno-Hatta, dan JPO Sarinah; serta beberapa titik di seluruh kota di Indonesia.
  3. Melakukan kampanye kepada seluruh karyawan dan keluarga Garuda Indonesia agar turut serta berperan aktif untuk mematikan lampu selama satu jam pada pukul 20.30 – 21.30 WIB pada Sabtu, 19 Maret 2016 di rumah masing-masing.

Sejak pertama kali mendukung program “Earth Hour” pada tahun 2009, setiap tahunnya Garuda Indonesia berhasil meningkatkan jumlah penghematan pemakaian daya listrik di lingkungan perusahaan maupun kediaman karyawan Garuda Indonesia. Pada tahun 2011 yang lalu, Garuda Indonesia mampu mencatatkan pencapaian penghematan daya listrik di lingkungan perusahaan dan kediaman karyawan sebesar 2.158.527 watt, yakni meningkat empat kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2012 jauh mengalami peningkatan menjadi sebesar 3.119.328 watt, untuk tahun 2013 lalu, Garuda Indonesia terus mengalami peningkatan penghematan daya listrik, yaitu sebesar 4.805.332 watt, sementara untuk tahun 2014 lalu, Garuda Indonesia terus mengalami peningkatan penghematan daya listrik, yaitu sebesar 12.883.370 watt.

Garuda Indonesia, melalui berbagai programnya, telah melaksanakan berbagai upaya untuk turut serta dalam melestarikan lingkungan, salah satunya adalah dengan melaksanakan program “One Passenger, One Tree” dengan menanam 100.000 pohon pada kawasan seluas 250 hektar di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah, penanaman sebanyak 50.000 pohon sebagai media ulat sutera di Desa Karang Tengah, Bantul, Yogyakarta bekerjasama dengan Yayasan Royal Silk dan Propinsi Yogyakarta, membangun penangkaran penyu di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat, penanaman 23.600 pohon mangrove di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dan melaksanakan program “Bali Beach Clean Up” yang bekerjasama dengan PT Coca Cola Amatil dan Quicksilver untuk melindungi dan memelihara kondisi pantai-pantai di Bali.