TOP

Gelar Batik Nusantara Libatkan 14 Desainer

Pameran batik tingkat nasional, Gelar Batik Nusantara (GBN) akan kembali hadir. Memasuki tahun gelarannya yang ke-9, ajang dua tahunan yang diusung Yayasan Batik Indonesia (YBI) ini akan berlangsung pada 24 hingga 28 Juni 2015 di Assembly dan Plenary Hall Jakarta Convention Centre.

“Batik sebagai ikon nasional diyakini mampu menjadi identitas dan merepresentasikan Indonesia di mana pun batik itu berada. Tidak salah kemudian, jika batik juga dapat dikatakan sebagai pemersatu bangsa,” ungkap Pembina YBI yang juga menjadi Ketua Panitia Gelar Batik Nusantara 2015, Ratna Djoko Suyanto di Museum Tekstil Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Pandangan itu juga yang kemudian melandasi tema gelaran GBN tahun ini yang mengusung “Batik, Pemersatu Bangsa”. Ditambahkan Ratna, pameran akan diikuti oleh sekitar 350 pengrajin batik dari seluruh daerah di Indonesia. Setiap penyelenggaraannya, GBN memilih nuansa dari berbagai daerah secara bergantian. Tahun ini, akan lebih menampilkan nuansa Batik Pesisir, namun isi pameran dan peragaan busananya tetap dari berbagai daerah seluruh Indonesia.

“Akan ada beberapa koleksi ikon di pameran tahun ini, di antaranya koleksi Paku Alaman, kolesi ibu Ani Yudhoyono, Kesultanan Cirebon dan dari Kementerian Perdagangan yang menghadirkan koleksi batik nusantara,” tambah Edith Ratna Soerjosoejarso, selaku ketua bidang pameran di GBN 2015.

Selain pameran, selama  lima hari penyelenggaraannya, Gelar Batik Nusantara juga menggelar simposium yang membahas tentang perlindungan hak kekayaan intelektual dan batik untuk generasi muda Indonesia. Selain itu juga ada peragaan busana batik dengan melibatkan sekitar 14 desainer Indonesia. Poppy Hayono Isman, sebagai ketua bidang acara GBN 2015 menyebutkan beberapa desainer yang turut berpartisipasi di antaranya Lenny Agustin, Barli Asmara, Didiet Maulana, Nita Seno Aji, Parang Kencana, Dian Pelangi, Danar Hadi dan Ghea Panggabean.

Menurutnya, peragaan busana akan tampil dalam konsep pertunjukan yang dibagi dalam 16 adegan. Setiap adegan akan menampilkan pakaian batik dalam suasana dan acara yang berbeda. Seperti batik untuk pergi ke pasar, batik untuk rapat atau batik untuk acara arisan. “Tujuannya, ingin menegaskan bahwa batik bisa atau cocok dikenakan dalam berbagai suasana dan acara,” tambah dia.

Seperti diketahui, batik Indonesia telah dikukuhkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Unesco tanggal 29 September 2009. Tak lama kemudian, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono lalu menetapkan Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober.  Ajang pameran Gelar Batik Nusantara sendiri untuk pertama kalinya digelar tahun 1996 oleh Yayasan Batik Indonesia. *