Indonesia Siap Switch Off
Listrik adalah unsur yang melekat dalam kehidupan manusia sehari-hari. Karena itu, bijak dalam menggunakan listrik akan menjamin ketersediaannya bagi kehidupan manusia. Listrik juga menjadi salah satu sumber energi penting yang dapat digunakan secara berkelanjutan. World Wide Fund (WWF) Indonesia menggelar kampanye EARTH HOUR Indonesia 2014 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 23 Maret 2014. Aksi global EARTH HOUR ditandai dengan melakukan aksi Switch Off atau mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai selama satu jam, jatuh pada 29 Maret 2014, mulai pukul 20:30 sampai 21:30 waktu setempat. Kampanye Earth Hour secara mendunia sudah dilaksanakan sejak 2007, dan pertama kali di Sydney, Australia. Di Indonesia kampanye Earth Hour selama ini sudah dilakukan sebanyak empat kali.
Kampanye yang dilakukan bersamaan dengan Car Free Day (CFD) ini mensosialisasikan gaya hidup ramah lingkungan yang mudah, murah, dan praktis. Kampanye ini memiliki slogan KolaborAKSI SERENTAK: Ini Aksiku! Mana Aksimu?. 29 kota yang terlibat dalam aksi serentak ini melakukan berbagai kampanye kreatif, yang tetap berpusat di kota-kota yang memiliki kegiatan CFD. Seperti Jakarta, gabungan beberapa komunitas pendukung EARTH HOUR melakukan aksi bersepeda bersama melakukan konfigurasi 60+, simbol gerakan EARTH HOUR dunia. Sementara itu, komunitas pendukung EARTH HOUR di kota Bandung, Solo, Surabaya, Kediri, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda dan Makassar melakukan aksi edukasi di sungai.
Sebagai sebuah gerakan komunitas terbesar di dunia, pada 2013 lalu, aksi EARTH HOUR Switch Off berhasil menggalang partisipasi lebih dari 2,3 milyar orang di 154 negara. Berbagai bangunan icon dunia ikut berpartisipasi dalam aksi Switch Off, seperti Empire State Building di New York, Tower Bridge dan St Paul’s di London, Edinburgh Castle di Skotlandia, Brandenburg Gate di Berlin, Eiffel Tower di Paris, Kremlin and Red Square di Moskow, Bosphorus Bridge yang menghubungkan Eropa dan Asia, Burj Khalifa di Dubai, dan Marina Bay Sands di Singapura.
Sejak Indonesia bergabung dalam gerakan global EARTH HOUR tahun 2009, WWF Indonesia terus aktif memobilisasi jutaan orang Indonesia agar lebih peduli dan mau melakukan perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Setelah enam tahun berjalan, gerakan EARTH HOUR telah menjadi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia, baik sebagai aksi di ruang terbuka maupun mobilisasi digital, yang melibatkan komunitas dari Aceh hingga Sulawesi. Setelah tahun lalu didukung oleh 31 kota, tahun ini 34 kota menyatakan partisipasinya dalam aksi EARTH HOUR.