TOP

Kabin Pesawat Teknologi Baru

Perangkat elektronik yang memancarkan gelombang elektromagnetik seperti smartphone masih menjadi musuh utama di dunia penerbangan. Hingga kini, Federal Aviation Administration (FAA) melarang perangkat yang memancarkan gelombang elektromagnetik untuk digunakan di dalam pesawat demi alasan keselamatan. Perangkat tersebut tidak hanya bisa mengganggu sistem elektronik pesawat, tetapi juga bisa mengurangi situation awareness penumpang jika sewaktu-waktu terjadi bahaya.

Semakin berkembangnya teknologi penerbangan, in-flight connectivity membuat sambungan telepon dan komukasi lainnya bisa dilakukan dari pesawat terbang melalui satelit dan jalur komunikasi terpisah dari sistem elektronik pesawat. Dengan teknologi ini, penumpang tidak hanya bisa menelepon dari kabin pesawat, tetapi juga bebas melakukan konektivitas internet. Untuk menyediakan layanan in-flight connectivity, maskapai penerbangan harus melewati proses sertifkasi yang ketat. Karena itu, belum banyak maskapai penerbangan yang memiliki layanan ini.

Dari data yang dikeluarkan oleh situs penerbangan Total Blue Sky, berikut adalah maskapai penerbangan yang telah lulus sertifkasi in-flight connectivity hingga akhir tahun 2013.

Aer Lingus (Irlandia)
Aeroflot (Rusia)
Air France (Perancis)
All Nippon Airways (Jepang)
Azerbaijan Airlines (Azerbaijan)
British Airways (Inggris)
Cebu Pacific Air (Filipina)
Egyptair (Mesir)
Emirates (Uni Emirat Arab)
Etihad (Uni Emirat Arab)
Garuda Indonesia (Indonesia)
Hong Kong Airlines (Hongkong)
KLM (Belanda)
Lufthansa (Jerman)
Oman Air (Oman)
Philippine Airlines (Filipina)
Qantas (Australia)
Qatar Airways (Qatar)
Royal Jordanian (Yordania)
Saudi Arabian Airlines (Arab Saudi)
SAS (Denmark, Norwegia, Swedia)
Singapore Airlines (Singapura)
TAM Airlines (Brasil)
TAP Portugal (Portugal)
Transaero (Rusia)
Virgin Atlantic (Australia)

Perlu diingat, tidak semua unit pesawat milik maskapai di atas mendukung panggilan telepon dan konektivitas internet dalam kabinnya.