Karyawan Juga Bisa Traveling
Tidak banyak buku-buku yang membahas soal traveling dari sisi yang sederhana namun berbeda. Maria Fransiska Merinda, misalnya, menulis sebuah buku berjudul “Traveling ala Orang Kantoran – Karyawan Juga Bisa Traveling” yang isinya membongkar dapur para pejalan yang berlatar belakang orang kantoran.
Buku terbitan PT Gramedia Pustaka Utama setebal 214 halaman ini bersampul sederhana dengan gambar layar komputer yang dilatari peta dan beberapa aksesoris khas traveler di sekitarnya. Topik pembahasan buku ini difokuskan pada keuntungan dan kendala traveling di usia muda dan tua, masalah keuangan yang selalu melekat pada jati diri karyawan, serta pola pikir yang menganggap traveling hanyalah buang-buang uang dan kurang berguna. Tak kalah menarik, buku ini juga membahas 12 destinasi menarik di Indonesia dan Asia dengan biaya terjangkau, lengkap dengan itinerary dan perhitungan biaya.
Sederhana dan Memotivasi
Buku ini memuat tulisan dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan menariknya di beberapa bagian, pembaca bisa termotivasi dengan selipan quotes traveling yang sesuai dengan topik pembahasan.
Di bagian awal, pembaca akan langsung berkenalan dengan pemahaman betapa pentingnya liburan. Bagi pembaca yang menganggap bahwa traveling hanyalah sekadar buang uang, bab “Karyawan Juga Butuh Liburan” akan membuat pemahaman baru. Di halaman 15, penulis menyisipkan artikel tentang sebuah penelitian dari beberapa universitas di dunia tentang traveling, yang hasilnya membuktikan bahwa traveling mampu meningkatkan kualitas hidup manusia, seperti kepuasan hidup, menurunkan stres, dan mengurangi resiko penyakit yang mengiringi proses penuaan.

Mengungkap Dana Traveling
Bagian menarik adalah saat penulis menyentuh pembaca dengan bab “Fenomena Karyawan” di mana bab ini mengulas pola pikir karyawan pada umumnya yang selalu menganaktirikan traveling dengan alasan dana.
“Kadang, kalau kita perhatikan, pengeluaran karyawan yang membuat gaji mereka habis tak bersisa adalah untuk keperluan yang bersifat konsumtif,” terang penulis di halaman 33.
Kelebihan buku ini adalah selain mengajak orang untuk mau melakukan traveling, juga tidak memungkiri fakta bahwa untuk bisa traveling, orang membutuhkan dana yang kadang memang tidak sedikit.
Pada bab selanjutnya, yaitu “Yang Dibutuhkan Untuk Traveling: Niat, Uang, Tenaga, dan Waktu” penulis menjabarkan contoh-contoh bagaimana seorang karyawan harusnya menabung dan melakukan persiapan lainnya sebelum traveling. Bila ingin mengetahui lebih jauh, penulis juga menjelaskan tentang tips menabung di halaman 67.
Mengenal Destinasi
Meski foto-foto destinasi wisata di buku ini tidak dihadirkan dalam format berwarna, namun informasi yang dibuat penulis cukup lengkap, termasuk perincian biaya yang cukup detil. Pembaca yang masih menganggap dirinya adalah pemula soal traveling, tak perlu lagi khawatir karena buku ini menjelaskan informasi destinasi dan persiapan yang harus dilakukan dengan cukup lengkap.
Secara keseluruhan, buku ini terbagi dalam beberapa bagian, yaitu: Karyawan Juga Butuh Liburan; Kerja Vs. Jalan-Jalan; Fenomena Karywan, Yang Dibutuhkan untuk Traveling: Niat, Uang, Tenaga, dan Waktu; Mau Traveling, Dari Mana Uangnya? Masalah-Masalah keuangan; Tips Menabung, Menggapai Mimpi, Mendobrak keterbatasan; Tips Menekan Anggaran Traveling; Weekend Traveler; Destinasi Trip Singkat Dalam Negeri dengan Budget < Rp 3.000.000; dan Destinasi Trip Singkat Luar Negeri dengan Budget ≤ Rp 5.000.000
Dengan kemasan yang tak terlalu tebal dan ringkas, buku ini juga layak untuk dijadikan kawan perjalanan. Selain itu, alasan untuk harus memiliki buku ini adalah selain memotivas pembacanya untuk melakukan traveling, buku ini juga mengurai berbagai permasalahan kompleks yang selama ini sering menunda orang untuk melakukan traveling, serta memuat berbagai rincian detil tentang destinasi, itinerary dan anggaran yang lengkap.
Tentang Penulis
Maria Fransiska Merinda sudah lama terinspirasi untuk menulis buku sebelum terwujud pada 2013 dengan buku pertama, Best of Beijing, disusul Best of Paris, dan Best of Japan serta Traveling ala Orang Kantoran. Selain menulis buku, penulis juga pernah aktif menulis di media cetak dan online.