Mengobrol Seru dengan Traveler Handal
Di tengah era kebangkitan bepergian, saling membagikan pengalaman perjalanan adalah momen yang selalu ditunggu. Seperti bincang-bincang ringan dengan traveler handal Riyanni Djangkaru dan Nila Tanzil yang disponsori Travelogue belum lama ini.
Sejumlah komunitas pejalan berkumpul di Bloeming Bar FX Sudirman, Jakarta, pada 22 Desember 2013 untuk menghadiri talkshow bertajuk Planning Your Own Hassle-Free Trip. Hadir sebagai pembicara Riyanni Djangkaru yang dalam sebulan harus membagi waktu antara Bali dan Raja Ampat, serta Nila Tanzil pendiri Taman Bacaan Pelangi, yang sering mengunjungi Labuan Bajo untuk mengantarkan buku-buku sumbangan, keduanya mengaku lebih memilih koper ketika bepergian.
Masalah Para Pejalan
“Kalau dulu saya masih kuat memanggul ransel tapi sekarang lebih memilih membawa kopor. Sebagian isi ransel akan saya pindahkan ke koper sehingga beban ransel lebih ringan dan perjalanan pun lebih nyaman,” jelas Riyanni tentang pilihannya membawa koper dalam setiap perjalanannya. “Karena kadang dalam satu perjalanan memiliki agenda formal maupun lapangan dengan medan yang berat, saya harus membawa beberapa sepatu, sementara saya harus meminimalkan ukuran koper supaya praktis,” tambah ibu satu anak ini.
“Saya pun dari dulu lebih memilih koper ketimbang ransel yang cepat membuat punggung dan bahu sakit, namun masalah yang sering saya hadapi adalah roda kopor yang sering berderit setelah sering dipakai,” keluh Nila.
Untuk menjawab kebutuhan para frequent traveler seperti Riyanni dan Nila, pada kesempatan tersebut Travelogue memperkenalkan produk kopor hard case merek Briggs & Riley terbarunya, yaitu TORQ. Memiliki delapan roda yang didesain khusus untuk kestabilan manuver, handle yang terbuat dari aluminum ini sengaja ditempatkan di luar demi menjaga permukaan datar di dalam kompartemen sehingga pakaian pun tetap terkemas rapi. Dirancang khusus bagi traveler, TORQ sangat mengerti bahwa kadang dalam perjalanan seseorang harus menyimpan pakaian basah, sehingga kompartemennya pun terbagi agar pakaian basah tidak mengganggu yang masih kering, selain dilengkapi tas khusus untuk menyimpan pakaian resmi, seperti jas dan gaun.
“Terbuat dari bahan polycarbonate yang setara untuk bahan baku otomotif, TORQ dilengkapi lapisan untuk menghindari efek benturan. Lapisan ini terbuat dari bahan makrolon polycarbonate dengan fleksibilitas dan ketebalan khusus untuk menjaga koper tetap kuat,” jelas Didit Budihidayat, Brand Manager Travelogue.
TORQ hadir dalam tiga pilihan ukuran, yaitu kecil, medium, dan besar. Yang berukuran paling kecil bukan berarti tidak memiliki kelebihan. Karena dapat disimpan di kabin pesawat sebagai hand carry, TORQ yang berukuran kecil memiliki kompartemen tambahan untuk menyimpan dokumen, laptop maupun tablet yang dapat dikunci bersamaan dengan kunci utama koper. Dengan segala kelebihannya itu, TORQ maupun semua produk keluaran Briggs & Riley menawarkan garansi seumur hidup. Bahkan garansi ini juga berlaku bagi kerusakan yang ditimbulkan oleh pihak ketiga, seperti maskapai penerbangan atau bandar udara.
Banjir Hadiah dan Cerita Seru
Acara sore itu juga diisi dengan tanya-jawab dan pembagian doorprize berupa tas laptop Briggs & Riley, voucher menginap di The BnB Hotel Jakarta Kelapa Gading, berlangganan majalah Panorama, dan tiket masuk Waterbom serta Dunia Fantasi Ancol. Sebelumnya Riyanni dan Nila pun sempat membagikan pengalaman traveling-nya yang paling berkesan. Tak disangka Riyanni pernah ditangkap Polisi Syariah di Aceh karena mengenakan celana jins ketat sehingga mendekam di sel selama satu malam, sedangkan Nila pernah melakukan hiking menuju sebuah kuil terpencil di Myanmar bersama tiga biksu yang ditemuinya di Shwedagon Pagoda, Yangon.
