Pameran Foto di Festival Printemps Français 2016
Dalam rangkaian Festival Printemps Français 2016, Institut Prancis di Indonesia (IFI) menggelar lokakarya fotografi bersama wartawan foto Prancis, Christophe Loviny dan wartawan foto Indonesia, Oscar Motuloh pada 18-24 April di Galeri Foto Jurnalistik Antara Jakarta. Pelatihan digelar untuk melatih fotografer agar dapat mengangkat cerita dan pesan yang kuat serta bermakna dalam karya mereka, baik untuk media cetak maupun media sosial.
Pada Senin (25/4/2016) hasil lokakarya fotografi jurnalisme ini dipresentasikan di Institut Francais Indonesia Jakarta, pada pukul 19.00 dan akan dihadiri oleh Christophe Loviny, fotografer jurnalisme Prancis, Oscar Motuloh, fotografer jurnalisme Indonesia dan kurator Galeri Antara, serta Didier Vuillecot, Atase Kebudayaan Prancis, juga 10 fotografer muda Indonesia yang terpilih; Dwinda Nur Oceani dan Hana Sayyida (mahasiswi Universitas Islam Negeri Jakarta), Imas Fuji (mahasiswa Sastra Prancis UNJ), M Zulkarnaen (mahasiswa Politeknik Media Kreatif Jakarta, Hafidz Mubarak (fotografer Antara), Rahmad Azhar, Ramjaneo Pasopati, Septianjar Muharam, Yuan Adriles dan Zulfikar Iqbal (fotografer lepas).
Christophe Loviny adalah wartawan foto spesialis Asia Tenggara yang sejak 1983 bekerja di Myanmar sebagai koresponden majalah. Pada 2008, bersama Institut Prancis di Myanmar, ia menggagas Yangon Photo Festival (YPF) dengan tujuan membentuk generasi baru wartawan foto dan membawa pameran foto internasional kepada publik Myanmar. Aung San Suu Kyi, tokoh oposisi junta militer bersedia menjadi duta YPF. Dari sinilah Loviny mendapat kesempatan bertemu dan memotret perjalanan peraih Nobel Perdamaian tersebut serta menerbitkan buku yang bertajuk Aung San Suu Kyi, a portrait in words and pictures.
Kali ini, Christophe Loviny bekerja sama dengan 10 fotografer muda yang berbeda latar belakang dan budaya untuk memperdalam sudut pandang terhadap photo-jurnalistik dan bagaimana sejarah adalah bagian terpenting ketika seorang fotografer mengabadikan karyanya atau memilih dan mengangkat topik yang ia ambil.
Oscar Matuloh memulai karirnya sebagai pewarta Antara sejak 1988 ini juga menerima “Penghargaan Kebudayaan 2015” untuk kategori Pelopor Fotografi Jurnalistik yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bersama Galeri Foto Jurnalistik Antara yang ia pimpin, Oscar berkolaborasi dengan fotografer Prancis dalam beberapa kesempatan, antara lain sebagai kurator pada pameran foto “100X France” pada tahun 2008 yang menampilkan sejarah fotografi Prancis dan Indonesia serta dibuka oleh dubes Prancis saat itu dan aktris Christine Hakim. Tahun 2010, ia kembali menjadi kurator dalam pameran foto “Les Regards Croisés” (Silang Pandang) yang menampilkan karya fotografer Prancis Thibault Gregoire dan tujuh fotografer Indonesia. Tahun lalu, ia menjadi kurator dalam pameran foto“Les Elégants” karya fotografer perempuan Prancis, Françoise Huguier.