Pembatasan Jumlah Turis ke Angkor
Angkor merupakan kompleks Candi Hindu terbesar di dunia. Kompleks candi yang dibangun di era Kekaisaran Khmer kuno atau sekitar tahun 800 hingga 1500 Masehi itu juga merupakan daya tarik utama Kamboja.

Berlokasi di Siem Reap, kompleks seluas 162 hektar dengan 72 candi kuno itu tidak pernah sepi pengunjung, dan dikunjungi lebih dari dua juta turis setiap tahunnya. Hal ini menjadikan Angkor sebagai salah satu monumen keagamaan yang paling populer sebagai destinasi wisata.
Namun karena kelebihan turis dan berpotensi merusak bangunan candi, pemerintah Kamboja melalui bidang pariwisatanya berencana membatasi jumlah kunjungan wisata ke Angkor, khususnya ke Phnom Bakheng yang dibangun dua abad lebih awal dari Angkor Wat. Candi ini berlokasi di atas bukit dan merupakan lokasi paling populer untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.

Saat sedang high season, biasanya di bulan November hingga Febuari, Phnom Bakheng menyuguhkan panorama matahari terbenam yang spektakuler. Tak heran bila candi ini bisa dikunjungi hingga 1.000 orang. “Karena berpotensi merusak batuan dan bangunan candi akibat terlalu banyak terinjak oleh turis, kami menyarankan agar tiap harinya hanya boleh 300 orang saja yang dapat melihat panorama matahari terbenam dari Phnom Bakheng,” ujar Phoeun Sophoan, Presiden Apsara Tourism Management Agency.
Sebagai gantinya, pihak pengelola candi akan mengajak agen perjalanan yang membawa turis, atau turis perorangan untuk menikmati panorama serupa di tempat lain yang tak kalah indah serta masih dalam bagian dari Angkor. Dalam setiap kunjungan, biasanya turis membutuhkan waktu minimal tiga jam untuk mengelilingi keseluruhan candi. Bahkan bisa seharian untuk melihat lebih rinci lagi relief yang ada di sana.
Menaikan Harga Tiket
Sebelumnya, harga tiket masuk Angkor dibagi menjadi tiga, yakni tiket harian dengan harga 25 dolar Amerika Serikat (AS), tiket tiga harian seharga 40 dolar AS, dan tiket satu minggu harganya 60 dolar AS.

Namun, mulai Februari 2017, harga tiket tersebut berubah. Pemerintah Kamboja menaikkan harga tiket masuk Angkor menjadi masing-masing 37 dolar AS, 62 dolar AS, dan 72 dolar AS.
Menurut Carrol Sahaidak-Beaver dari Federasi Wisata Kamboja, kenaikan harga tersebut terbilang wajar, selain tiket masuk Angkor yang tidak pernah berubah selama 25 tahun, hal ini juga untuk membatasi jumlah turis dan biaya perawatan candi yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini.