Qantas Incar Dreamliner
Setelah beberapa tahun terus merugi, Qantas kini justru meraih untung besar dan membuat maskapai ini semakin menguatkan niatnya untuk membeli armada Boeing 787 Dreamliner. Saat ini, maskapai Australia tersebut sedang mempertimbangkan untuk mengganti pesanan 50 pesawat Boeing 737 Next Generation nya menjadi Dreamliner.
Selama periode Juli – Desember 2014, Qantas berhasil membukukan profit sebesar 367 juta dolar Amerika, jauh berubah daripada kerugian sebesar 252 juta dolar Amerika yang terjadi sepanjang 2013 lalu. Dengan keuntungan besar tersebut, niat “the flying kangaroo” ini untuk memesan pesawat tercanggih buatan Boeing itu semakin mendekati kenyataan.
“Rute internasional Qantas berhasil membukukan keuntungan untuk pertama kalinya sejak krisis finansial global,” ujar Alan Joyce, CEO Qantas Group.
Menurut Alan, pihaknya pada 2011 silam mencanangkan untuk meraih keuntungan di rute internasional pada tahun 2015. “Ternyata target tersebut berhasil kami penuhi,” ucapnya.
Alan mengatakan, pihaknya sangat menginginkan melihat pesawat Dreamliner berada di dalam armada Qantas. Namun ia menegaskan, kedatangan pesawat ini harus berada dalam situasi dan kondisi yang tepat, termasuk juga Qantas harus memiliki kondisi finansial yang kuat.
Rencana Qantas untuk mendatangkan armada Dreamliner ini juga merupakan upaya maskapai tersebut mengurangi biaya bahan bakar, yaitu dengan mengganti pesawat-pesawat lama yang boros dengan pesawat baru yang irit. Tanggal 8 Maret mendatang, pesawat Boeing 747-400 terakhir maskapai tersebut akan dipensiunkan dan diterbangkan ke Illawarra Regional Airport di Albion Park, sebelah selatan kota Wollongong untuk disumbangkan ke museum penerbangan Historical Aviation Restoration Society