Sri Lanka Buka Perbatasan untuk Turis Asing Mulai Besok
Setelah menutup perbatasannya selama 10 bulan, Sri Lanka akan kembali menerima wisatawan asing mulai besok, 21 Januari 2021, dengan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat. Pengumuman ini disampaikan di tengah lonjakan kasus positif dan kematian di negara tersebut, karena pemerintah setempat berharap dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata yang semakin meredup sejak pengeboman Paskah 2019 yang mematikan dan pandemi virus corona.
“Setiap tindakan pencegahan telah dilakukan untuk memastiskan liburan di Sri Lanka dapat dilakukan seaman dan senyaman mungkin untuk wisatawan,” kata Biro Promosi Pariwisata Sri Lanka dalam sebuah pernyataan.
Negara kepulauan yang terkenal dengan deretan pantainya yang indah ini sempat kedatangan sekitar 1.700 turis Ukraina yang datang lewat penerbangan carter bulan lalu. Kedatangan ini sendiri digunakan sebagai proyek percontohan untuk menguji protokol Covid-19 di Sri Lanka.
Sri Lanka bahkan saat ini tengah menjadi tuan rumah bagi tim kriket Inggris untuk dua seri Tes, dengan pertandingan yang dimainkan secara tertutup.

Adapun protokol terbaru untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke Sri Lanka adalah mereka diwajibkan untuk tinggal di salah satu dari 55 hotel yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Hotel tersebut tidak diperuntukkan penduduk setempat, kecuali memang staf yang bekerja di sana.
Wisatawan juga akan diminta untuk memberikan surat keterangan hasil negatif dari tes PCR yang dilakukan paling lama empat hari sebelum keberangkatan. Mereka harus menjalani dua tes lagi bila durasi kunjungan hingga tujuh hari, dan tiga tes bila tinggal lebih dari seminggu. Selain itu, wisatawan harus membayar asuransi senilai 12 dolar AS yang akan menanggung biaya medis terkait Covid-19 hingga 50.000 dolar AS.
Selama dua minggu pertama di Sri Lanka, mereka akan didampingi oleh petugas saat melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata yang telah ditentukan. Bila terkena Covid-19 saat di Sri Lanka, mereka akan langsung diisolasi di kamar hotel bila tidak menunjukkan gejala, atau dibawa ke rumah sakit bila menunjukkan gejala.
Saat ini, wisatawan yang sebelumnya telah melewatkan kunjungan hingga dua minggu di Inggris dilarang memasuki negara itu. Penerbangan dari Inggris juga saat ini tidak diizinkan demi mencegah penyebaran varian baru virus corona yang lebih menular.