Thailand Garap Serius Wisata Olahraga
518
Wisata olahraga menjadi salah satu highlight yang disampaikan dalam pameran travel tahunan terbesar Thailand bertajuk “Thailand Travel Mart+ Amazing Getaway to the Greater Mekong Subregion” atau TTM+ 2016. Digelar di Chiang Mai, pameran ke-15 ini digelar selama tiga hari berturut-turut dari 8 hingga 10 Juni 2016 di Chiang Mai International Exhibition and Convention Centre (CMECC).
“Dengan cuaca yang cerah sepanjang tahun dan alam yang mendukung, Thailand memiliki potensi wisata olahraga yang tidak terbantahkan dan patut jadi unggulan,” ujar Kobkarn Wattanavrangkul, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand saat membuka gelaran TTM+2016, di CMECC, Chiang Mai, pada Rabu (8/6/2016).
Menurut Kobkarn, program wisata unggulannya ini diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang mendukung, serta banyaknya gelaran kompetisi olahraga internasional yang berlangsung sepanjang tahun 2016 hingga 2017, antara lain untuk olahraga maraton, sepeda, balap mobil, bola voli, dan menyelam. Program wisata olahraga ini ditargetkan bagi para wisatawan yang menyukai aktivitas olahraga dan kebugaran, serta untuk mereka yang gemar menyaksikan perlombaan olahraga tingkat internasional. Sejumlah agenda olahraga internasional itu antara lain lomba maraton Columbia Trail Masters Episode 11 di Chonburi 10 Juli 2016, triathlon Tri Dash Bangkok 2016 10 Juli 2016, dan Thai Ladies Professional Golf Association Masters 2016 Bangkok 15-17 September 2016.

TTM+ 2016
Tahun ini TTM+ 2016 mengusung tema Smile with Us yang masih berkaitan dengan kampanye wisata Amazing Thailand dan ikon Thailand sebagai The Land of Smile. Pameran ini diikuti oleh 345 seller dari Thailand dan negara-negara di Great Mekong Subregion (hotel, resor, operator tur), serta 305 buyers dari 55 negara, seperti Tiongkok, Inggris, Ausralia, India, Italia, Afrika Selatan, Rusia.
Bila sebelumnya digelar di Bangkok, tahun ini untuk pertama kalinya TTM+ diadakan di Chiang Mai karena dinilai strategis berkat lokasinya yang berada di utara Thailand dan berdekatan dengan perbatasan negara tetangga, seperti Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam.
Yuthasak Supasorn, Gubernur Tourism Authority of Thailan d (TAT) mengatakan salah satu highlight dari gelaran TTM+ 2016 ini memang fokus pada kerja sama Thailand dengan negara-negara ASEAN, khususnya dalam mengenalkan kawasan wisata baru yang berdekatan dengan negara tetangga. Oleh karenanya, selain memberi sesi khusus untuk mengenalkan wisata olahraga Thailand, TTM+ 2016 juga mengusung sesi khusus tentang ASEAN yang diisi oleh pembicara Dr. Surin Pitsuwan, mantan Menteri Luar Negeri Thailand dan mantan Sekjen ASEAN. Mengusung topik “ASEAN Brand..Stronger Together”, Surin memaparkan akan potensi Thailand dan negara-negara ASEAN sebagai tujuan wisata, baik bagi wisatawan domestik maupun asing, seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Menurut Surin, jumlah wisatawan antar negara ASEAN masih berada di bawah 50 persen dan angka itu semestinya bisa lebih ditingkatkan, mengingat telah diresmikannya ASEAN Economic Community pada akhir 2015 lalu. Selain itu, potensi wisata negara-negara ASEAN tidak lagi hanya mengusung lanskap indah dan tradisi budaya yang menarik, tapi juga perkembangan akan wisata mewah yang memanjakan.
Online versus Offline
Selain memberi perhatian khusus pada wisata olahraga dan potensi ASEAN, TTM+ 2016 juga membahas mengenai perkembangan dunia digital yang mengubah kebiasaan konsumen akan memanfaatkan layanan paket wisata atau memesan kamar. Untuk topik online versus offline ini, TTM+ 2016 menghadirkan dua pembicara utama, yakni Daryl Lee, Regional Vice President Sales and Marketing Asia Pacific, Middle East and Africa GTA, dan Deepak Ohri, Chief Executive Officer, Le Bua Hotels and Resorts dengan moderator Joseph Wang, Chief Commercial Officer Travel Daily.
Joseph mengawali diskusi dengan memberikan paparan bagaimana perkembangan teknologi digital dan akses mobile telah mengubah peta pemesanan tiket, hotel, ataupun layanan paket tur lainnya dari konvensional ke online. Perubahan ini mengalami perkembangan pesat dari tahun ke tahun dengan pengguna terbesar online didominasi oleh masyarakat usia muda yang melek teknologi. Dia menilai sistem booking online akan terus menanjak di tahun-tahun mendatang.

Menjawab paparan Joseph, Deepak menilai pemanfaatan media online memang tidak terbantahkan, akan tetapi yang lebih penting adalah memahami konsumen dan karakteristiknya. “Karena bagaimanapun, memahami keinginan konsumen akan menjadi penentu suatu usaha akan maju dan atau sebaliknya,” tambah dia.
Hal serupa diungkapkan Daryl. Menurutnya, perkembangan teknologi hanyalah tren yang sedang berlaku, dan tidak akan mematikan sepenuhnya usaha konvensional. Pemanfaatan teknologi tak lebih dari sekedar fasilitator untuk majunya sebuah usaha.
Temu Media
Di samping menjadi forum pertemuan antara buyer dan seller industri travel, TTM+ 2016 juga mengusung sesi khusus antara otoritas wisata Thailand dengan media untuk mengenalkan kerja sama Thailand dengan negara tetangga. Mengusung tema “CLMVT (Cambodia, Laos, Myanmar, Vietnam, Thailand) Link: Prosper Together”, masing-masing representasi dari setiap negara turut hadir di antaranya: Try Chhiv, Deputy Director General Menteri Pariwisata Kamboja, Manisakhone Trammavongxay, Direktur Public Relations Menteri Informasi, Budaya dan Pariwisata Laos, Daw Khin Than Win, Deputy Direktur General Menteri Perhotelan dan Pariwisata Myanmar, Vu Nam, Deputy Director General Departemen Pariwisata Vietnam, dan Yuthasak Supasorn, Gubernur TAT dari Thailand.