Tiga Puluh Tahun Amandari
Bali telah menawan hati para pengunjungnya sejak 1900-an, termasuk jaringan hotel Aman yang kemudian memutuskan untuk membuka properti keduanya, Amandari, di pulau ini pada 1989. Berada di lembah Sungai Ayung yang sakral dan dikelilingi area persawahan di kawasan Kadewatan, Amandari sejak awal berdirinya memang ingin membuat para tamunya merasakan kedamaian dan menemukan kembali pesona yang membuat semua orang yang pernah ke Bali begitu terkesan dengan pulau ini.
Oleh karena itu, sejak pertama kali resor di kawasan Ubud ini dibuka, Amandari telah menawarkan banyak aktivitas unik demi memberikan pengalaman tak terlupakan kepada para tamu. Sebut saja mengunjungi desa-desa seniman, hiking atau bersepeda melewati sawah yang berundak-undak, atau sekadar bersantai di kolam renang sambil menikmati alunan gamelan Bali.
Pengalaman budaya yang autentik tersebut juga akan kembali mengisi perayaan 30 tahun Amandari selama 2019. Para tamu yang menginap akan dapat menikmati pameran seni, trekking di bawah bulan purnama, pertunjukan tarian, festival makanan, kelas melukis lukisan Kamasan yang berakar pada tradisi Hindu, dan masih banyak lagi.

Aktivitas di Malam Bulan Purnama
Setiap bulan purnama selama 2019, Amandari akan mendatangkan pendeta Hindu untuk melakukan ritual pemberkatan yang dilanjutkan dengan trekking selama sekitar 90 menit di bawah cahaya bulan. Aktivitas ini akan dimulai selepas senja dari pura di kompleks Amandari yang juga kerap dikunjungi warga Kadewatan. Pemberkatan ini dilakukan sesuai tradisi Hindu yang selalu ingin hidup selaras dengan alam di sekitarnya. Seusai pemberkatan, para tamu yang berminat akan dipandu berjalan melewati sawah dan kebun sambil memandangi bulan yang perlahan terbit. Sekembalinya ke resor, para tamu akan diajak melepas lelah sambil menikmati piknik di bawah cahaya bulan purnama dengan ditemani alunan gamelan yang menenangkan.
Pura di Amandari terdiri dari tiga altar sederhana berhiaskan ukiran harimau yang usianya cukup tua dan menghadap kolam yang airnya berasal dari mata air yang dianggap sakral. Selama ratusan tahun, warga sekitar telah berjalan mengunjungi mata air sakral tersebut dengan melewati kompleks Amandari – di mana sebagai penghormatan terhadap tradisi setempat, ketika resor berdiri, Amandari tetap mempersilakan warga untuk melewati propertinya untuk menuju mata air tersebut. Hal ini membuat hubungan Amandari dengan warga di sekitarnya begitu erat.
Acara Istimewa Setiap Tanggal 30
Selama 2019 setiap tanggal 30, para tamu yang menginap juga akan dapat menikmati aneka minuman bersama General Manager Jann Hess di bar hotel yang menghadap pemandangan menakjubkan. Selama ajang sosialisasi ini, penari yang terdiri warga setempat akan menghibur para tamu dengan tari Jogged yang adalah tarian panen yang berakar dari tarian selamat datang. Sesudahnya, para tamu pun dapat ikut mencoba beberapa gerakan tarian yang intens dan dinamis ini bersama para penari. Amandari memang dekat dengan budaya Bali karena sejak berdirinya, resor ini telah menjalankan sekolah tari bagi anak-anak warga sekitar agar mereka meneruskan tradisi dengan belajar menari tradisional. Anak-anak ini biasanya berlatih menari hampir setiap sore dan para tamu dipersilakan menonton.

Setiap bulan selama 2019 pun Amandari mengundang anak-anak dari sekolah di Kadewatan untuk berkeliling resor untuk belajar tentang upaya-upaya ramah lingkungan yang telah dilakukan, seperti manajemen limbah, reboisasi hutan, dan membuat kebun organik yang pupuknya dibuat sendiri. Dengan begitu, mereka dapat menyebarkan informasi ini agar dapat diterapkan juga di lingkungan sekolah atau tempat tinggal mereka.
Merayakan dengan Makanan
Didirikan pada 2015, Ubud Food Festival telah menjadi ajang kuliner terkemuka di Asia Tenggara yang memperkenalkan tokoh-tokoh gastronomi setempat dan menampilkan keragaman hidangan Indonesia. Pada 2019, ajang ini akan diselenggarakan pada 26–28 April dan Amandari akan mengambil peranan penting dalam festival tersebut dengan menjadi tuan rumah beberapa program. Selama 2019, menu-menu yang ditawarkan restoran di Amandari akan lebih inovatif. Setiap minggu, resor akan memperkenalkan hidangan Indonesia yang berbeda-beda. Tak hanya itu. Para tamu juga dapat belajar memasak kilat (hanya 30 menit) aneka masakan Indonesia yang sederhana dari Executive Chef Amandari. Sebelum memasak, para tamu akan diajak mencari bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti asam Jawa, daun jerut purut, dan laos, di kebun yang diawasi langsung oleh para staf dapur resor.

Banyak yang akan dilakukan Amandari selama 2019 dalam menyambut hari jadinya yang ke-30. Selain semua yang telah disebutkan, Amandari juga menawarkan aktivitas kebugaran selama 30 menit kepada para tamunya, yang terdiri 30 menit berjalan dalam hening menuju Sungai Ayung dengan melewati Pura Pesiraman yang dilanjutkan dengan meditasi selama 30 menit di taman resor yang asri. Selama 2019 pun Amandari akan menggelar kompetisi melalui Instagram dengan menggunakan tagar #Amandari30. Foto-foto yang diunggah para tamu selama menginap di Amandari di Instagram akan dipilih yang terbaik untuk mendapatkan hadiah berupa menginap di Amandari selama tiga malam. Pengumuman pemenang kompetisi ini akan diumumkan pada 1 Januari 2020. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.amandari.com.