TOP

Uni Eropa dan Nicholas Saputra Lindungi Gajah Indonesia

Tahun lalu, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengadopsi dua gajah dari Ekosistem Leuser sebagai maskot Uni Eropa yang melambangkan komitmen Uni Eropa untuk keanekaragaman hayati, konservasi dan gerakan melawan perubahan iklim. Untuk menarik perhatian publik terhadap pentingnya gajah dan hutan Indonesia, Uni Eropa menggarap sebuah film dokumenter pendek yang mempromosikan perlindungan gajah – Save our forest giants – yang dibintangi oleh Nicholas Saputra.

“Hari ini, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia meluncurkan sebuah film dokumenter pendek tentang hutan dan gajah Indonesia serta menyoroti pentingnya perlindungan hutan dan gajah. Berkat kerjasama yang baik dengan Nicholas Saputra dan timnya, kini kami memiliki cerita menyentuh yang kami harap akan menginspirasi banyak orang. Saya percaya jika kita semua bekerja sama, kita dapat melindungi mamalia besar ini. Tujuan kami adalah untuk meningkatkan kesadaran,” kata Duta Besar Uni Eropa Vincent Guérend saat acara peluncuran pada hari Minggu (19/6) di Jakarta.

Acara peluncuran “Save Our Forest Giants” yang dibuka oleh Dr Ir Tachrir Fathoni, Msc, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, diikuti oleh talk show bersama panelis. Panel talkshow termasuk Duta Besar Uni Eropa Bapak Vincent Guérend, Nicholas Saputra dan Wahdi Azmi dari Unit Tanggap Konservasi (CRU) Tangkahan. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 remaja dan pemangku kepentingan lainnya dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. 

Dokumenter pendek “Save Our Forest Giants” ini diproduksi oleh Nicholas Saputra dan Amanda Marahimin, dengan dukungan dari Uni Eropa. Nicholas adalah seorang aktor terkenal di Indonesia dan Amanda dikenal melalui beberapa film populer karyanya seperti Gie, The Year of Living Vicariously dan Tiga Hari untuk Selamanya.

Sebelum peluncuran, Delegasi Uni Eropa mengadakan kampanye media sosial dengan tagar #jaGAjah, yang meliputi kuis dan kompetisi meme untuk mendorong anak muda mengekspresikan pendapat mereka dengan menggunakan kreativitas demi mendukung perlindungan gajah.

image008

Uni Eropa Dukung Konservasi Lingkungan

Selama 20 tahun terakhir, Uni Eropa telah mendukung pemerintah Indonesia melindungi kawasan hutan di Aceh dan Sumatera Utara melalui sejumlah proyek yang bernilai total lebih dari 50 juta euro. Salah satu upaya Uni Eropa adalah Program Pembangunan Leuser. Dilaksanakan pada tahun 1995-2004, program ini mendukung konservasi jangka panjang ekosistem dan berhasil membentuk sebuah badan manajemen independen, Yayasan Leuser Internasional. Kegiatan yang berhasil bertahan karena teruji dengan berjalannya waktu dan berakhirnya pendanaan dari donor adalah Unit Patroli Gajah (UPG/ EPU) Aras Napal yang melatih gajah asal Sumatera Selatan untuk melindungi Ekosistem Leuser.

Gajah muda bernama Aras dari UPG diadopsi Delegasi Uni Eropa sebagai maskot Uni Eropa pada bulan Juni 2015. Pengadopsian Aras melambangkan komitmen Uni Eropa terhadap kesinambungan. Ibu Aras, gajah bernama Tanti, dibesarkan oleh Uni Eropa oleh proyek sebelumnya. Pengadopsian Aras diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat pada pentingnya perlindungan hutan dan upaya memerangi perubahan iklim.

Selanjutnya pada bulan Oktober 2015, Delegasi Uni Eropa mengadopsi bayi gajah bernama Eropa dari CRU Tangkahan. CRU mendukung konservasi dan ekowisata berbasis masyarakat di Kawasan Ekosistem Leuser. Gajah-gajah dan para pawang dari lokasi ini adalah yang termasuk disorot dalam film dokumenter tersebut.

Film dokumenter pendek “Save Our Forest Giants” juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong penelitian tentang virus herpes baru, EEHV. Virus ini dapat menyebabkan penyakit hemoragik berat pada gajah dan diduga menyebabkan tingkat kematian tinggi pada gajah muda Asia (1-8 tahun). Kematian ini dapat terjadi dalam waktu 1-2 hari dari tanda-tanda awal, sehingga diagnosis dini serta pengobatan sangat penting bagi kelangsungan hidup gajah.