Wajah Baru Kepengurusan PHRI
Kepengurusan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pada Selasa (14/4) mengukuhkan anggota baru yang akan aktif untuk periode 2015 hingga 2020. PHRI adalah organisasi yang berorientasi kepada pembangunan dan peningkatan kepariwisataan, dalam rangka ikut melaksanakan pembangunan nasional serta merupakan wadah pemersatu dalam memperjuangkan dan menciptakan iklim usaha dalam industri pariwisata.
Kepemimpinan BPP PHRI 2015-2020 ke depan akan diwarnai oleh berbagai kegiatan, tantangan, dan upaya untuk meningkatkan citra organisasi PHRI dengan tujuan utama mensejahterakan anggota PHRI di 33 provinsi di Indonesia. Program kerja masing-masing ketua bidang mengacu pada Visi yang sudah disepakati yaitu PHRI menjadi penggerak dan dinamisator industri pariwisata Indonesia untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2019.
Beberapa misi yang menjadi kesepakatan PHRI periode ini adalah: mengembangkan sektor hotel dan restoran dalam pertumbuhan yang sehat dan menciptakan persaingan yang harmonis, mengintegrasikan sektor hotel dan restoran dalam program pengembangan pariwisata nasional, dan berperan serta secara aktif bersama pemerintah dalam melahirkan kebijakan kepariwisataan yang kondusif.
Dukungan Pemerintah
Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia menyatakan komitmennya bahwa pemerintah akan mendukung PHRI. “Kita harus berpikir makro untuk maju. Berpikir mikro hanya hasilkan hasil yang kecil. Kita harus punya common enemy,” jelas Arief saat memberi sambutan.
Mengenai common enemy, Arief menyatakan kekecewaannya karena saat ini banyak hotel dan restoran yang berjalan sendiri-sendiri, tidak mengusung pariwisata nasional. “Banyak resor raih penghargaan dan terkenal, tapi apakah mereka mengusung logo Wonderful Indonesia?” tegas Arief.
Menurutnya saat ini para pengusaha hotel dan restoran justru menganggap usaha hotel lainnya sebagai saingan, jadi justru saling “memusuhi”. “Common enemy kita itu Malaysia dan Thailand. Kita harus bisa kalahkan pariwisata mereka,” tegas Arief. Selanjutnya Arief juga menegaskan bahwa semua jajaran pengurus PHRI yang baru harus bekerja dalam semangat Indonesia untuk bisa mengalahkan negara tetangga.
