Wanita Indonesia Peduli Bakau
Masalah air bersih bukan hanya menjadi masalah di Jakarta ataupun di kota-kota besar lainnya di Indonesia tapi juga sudah merupakan masalah dunia. Sumber air tawar yang tercemar limbah, polusi, sampah dan juga intrusi air laut menjadi sebagian dari penyebab masalah tersebut. Memperingati Hari Air Dunia yang jatuh pada pada 22 Maret 2014, Tupperware Indonesia mengadakan kegiatan jalan sehat khusus wanita bertema Woman for Mangrove di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 23 Maret 2014. “Jumlah peserta jalan sehat Woman for Mangrove akan menentukan jumlah tanaman bakau yang akan ditanam di hutan bakau di Muara Gembong, Bekasi pada bulan April 2014 nanti yang bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia,” ujar PR Communication Manager Tupperware Indonesia, Umayanti Utami.
Kegiatan jalan sehat ini diikuti oleh lebih dari 5.000 wanita yang terdiri dari peserta individu dan kelompok dari berbagai instansi kewanitaan termasuk Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) yang pimpinan Erna Witoelar, serta Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar. Rute yang ditempuh melalui Plaza Selatan Senayan-Sudirman-Semanggi-Sudirman, dan kembali lagi ke Plaza Selatan Senayan, selama perjalanan peserta dapat menikmati beragam hiburan serta aneka doorprize. “Saya bukan orang yang bakat dengan olah raga karena itu jalan kaki adalah hal yang bisa saya lakukan untuk menjaga kesehatan. Ada sekitar 5.000 wanita yang menikuti kegiatan ini, walau hujan kita tetap semangat. Ini namanya berkah, serta bentuk komitmen untuk menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan,” kata Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar yang pernah divonis kanker payudara.
Pada 2013 lalu , Tupperware Indonesia juga sudah menunjukkan kepeduliannya tentang masalah air yang bekerja sama dengan WWF menyerahkan 10.000 pohon bakau untuk ditanam di Pantai Indah Kapuk, Muara Gembong Bekasi di Jawa Barat, dan Lam Ujung di Aceh Besar. Tanaman bakau memiliki banyak manfaat untuk lingkungan hidup. Selain melindungi pantai dan tebing sungai dari erosi dan abrasi, bakau berfungsi sebagai penahan dan pengolah bahan-bahan limbah hasil pencemaran.