TOP

Wisata Wakayama Tawarkan Sisi Unik Jepang

Gubernur Prefektur Wakayama, Yoshinobu Nisaka, mengunjungi Indonesia dan memperkenalkan potensi pariwisata Wakayama di Mandarain Oriental Jakarta pada Selasa (19/4/2016). Selain mempromosikan pariwisata, kunjungan ini juga membawa misi kerja sama pertukaran industri dengan Kementerian Perindustrian yang dinyatakan dalam Joint Statement.

Sampai dengan 20 tahun ke depan hubungan Indonesia dengan Jepang, khususnya dalam ekonomi akan terus berkembang. Saat ini sudah tertanam sekitar 2.000 proyek dengan investasi mencapai 3 milyar dolar Amerika. Itu sebabnya kerja sama terus digalang, termasuk dalam industri pariwisata.

Yoshinobu Nisaka (tengah) dalam acara jumpa media di Mandarin Oriental Jakarta (19/4/2016)

Yoshinobu Nisaka (tengah) dalam acara jumpa media di Mandarin Oriental Jakarta (19/4/2016)

Mengenal Wisata Wakayama

Wakayama sendiri terletak tak jauh dari Osaka dan Kyoto, cukup menempuh perjalanan 1,5 jam dari Kyoto dan satu jam dari Osaka dengan kereta. Dari Bandara Internasional Kansai, Wakayama bisa ditempuh hanya dalam waktu 40 menit.

Menawarkan beberapa destinasi yang mengandalkan kekayaan alam, Wakayama diyakini akan menjadi favorit baru bagi pejalan Indonesia yang ingin menemukan keunikan di Jepang dan menemukan hal baru.

Wakayama sendiri juga memiliki pesona di tiap musimnya. Saat musim semi tiba, pemandangan di Wakayama Castle akan terlihat lebih cantik dengan Sakura yang mulai bersemi. Sedangkan Pantai Shirarahama akan ramai dikunjungi wisatawan saat musim panas tiba. Bila ingin melihat pemandangan yang berbeda, musim gugur di Ryujin akan terlihat cantik dengan daun-daun yang berubah warna menjadi kuning dan merah. Sementara Koyasan akan semakin indah saat salju mulai turun.

Untuk para pecinta hidangan laut, Wakayama terkenal sebagai salah satu penghasil makanan laut terbaik di Jepang. Di Kuroshio-ichiba Market, pengunjung tak hanya bisa melihat langsung ragam ikan yang dijual dan membelinya, tapi juga bisa menonton pertunjukan cara memotong tuna segar. Pertunjukan ini digelar tiga kali sehari dan dipertunjukkan setiap hari. Beberapa makanan laut yang terkenal dari Wakayama adalah shoyu, katsuobushi, dan shojin ryori – makanan tanpa menggunakan bahan hewani.

Bagi penyuka tantangan petualangan, berkunjung ke Kumano Kodo adalah pilihan yang direkomendasikan. Wisata ziarah yang merupakan Warisan Dunia UNESCO ini hanya memiliki padanannya di Spantol, yaitu Santiago de Compostela. Rute ziarah Kumano Kodo adalah kawasan yang dianggap sakral oleh warga Jepang. Tempat ini menghubungkan tiga kuil paling sakral yang terbentang di tiga prefektur, yaitu Wakayama, Nara, dan Mie.

Kerja Sama di Berbagai Bidang

Berdasarkan persamaan pengalaman, yaitu pernah sama-sama mengalami musibah gempa bumi dan tsunami yang parah, Wakayama juga menggalang kerja sama dengan pemerintah Aceh. Sebelum berkunjung ke Jakarta, bahkan Yoshinobu Nisaka telah mengunjungi Banda Aceh dan melakukan beberapa aktivitas, seperti mengunjungi Museum Tsunami untuk peresmian Wakayama Corner dan bertemu Gubernur Aceh.

Khusus untuk Wakayama Corner, Yoshinobu Nisaka menjelaskan bahwa ini merupakan kerja sama untuk saling bertukar informasi tentang tsunami. Rencananya nanti di Tsunami Education Cnter, Hirokawa, juga akan dibangun Aceh Corner yang memungkinkan siapa pun bisa melihat informasi tentang tsunami Aceh.

“Saat ini di Museum Tsunami Aceh Anda bisa melihat Wakayama Corner yang menyajikan berbagai informasi tentang tsunami,” jelas Yoshinobu Nisaka.