TOP

WWF Serukan Pendataan Populasi Harimau

Bersamaan dengan diperingatinya Global Tiger Day atau Hari Harimau Sedunia pada 29 Juli lalu, WWF menyerukan untuk melakukan pendataan terhadap populasi harimau. Kurangnya informasi yang akurat mengenai populasi harimau ini beresiko terhadap kepunahan harimau yang sudah terjadi di beberapa negara.

Pada 2010 saat ‘Tiger Summit’ berlangsung di St. Petersburg, Rusia,  negara-negara di dunia yang memiliki spesies harimau memperkirakan populasi harimau di alam berjumlah kurang dari 3,200 individu. “Angka ini masih merupakan pekiraan,” kata Michael Baltzer, Leader WWF Tigers Alive Initiative. “Pada 2010, banyak negara yang tidak melakukan pemantauan populasi harimau secara sistematis. Kini negara-negara tersebut sudah melakukannya, tetapi tidak semuanya, sehingga meninggalkan celah besar yang mengkhawatirkan. Sampai kita tahu berapa banyak harimau yang kita miliki dan dimana saja keberadaannya, kita tidak dapat mengetahui bagaimana cara terbaik untuk melindungi mereka,” lanjut Baltzer.

Saat ini, jumlah populasi harimau di alam  sudah diketahui di India, Nepal dan Rusia, yang sudah melakukan survei nasional secara berkala. Jumlah populasi harimau di Bhutan, Bangladesh dan Cina, sedang dalam proses survei. Sementara di Malaysia, Indonesia, Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja dan Vietnam, masih belum diketahui.

Perencanaan survei nasional sistematis diperkiraan berlangsung selama 6-12 bulan dan minimal membutuhkan satu tahun untuk dituntaskan. Survei ini harus dimulai sekarang jika angka populasi terbaru harimau global akan dirilis di tengah tahun 2016.

Survei Harimau Nasional memang sangat mahal, memerlukan SDM yang banyak, dan sering dilakukan di medan yang sulit dengan kondisi cuaca yang menantang. Faktor-faktor tersebut merupakan hambatan bagi pemerintah untuk menyelesaikan survei. Namun sebenarnya hasil Survei Harimau Nasional sepadan dengan upaya pelaksanaannya. Kelompok masyarakat sipil juga aktif bekerjasama dengan pemerintah dan menjajaki sumber pendanaan dari organisasi internasional dan swasta.