TOP

Dubrovnik Batasi Jumlah Pengunjung 4.000 Per Hari

Sejak HBO menayangkan serial Game of Thrones yang berlatar keluarga kerajaan abad pertengahan, tak hanya intrik dari para tokoh dan ceritanya yang menjadi pembicaraan, tetapi juga lanskap alam yang ditampilkan. Salah satunya yang paling menawan adalah panorama Dubrovnik yang menjadi lokasi pengambilan gambar King’s Landing, kota pemerintahan dari Seven Kingdoms.

Terletak di selatan Kroasia, atau dekat dengan Laut Adriatik di wilayah Dalmasia, Dubrovnik yang menyuguhkan suasana Mediterania ini memiliki kota tua yang sejak 1979 telah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Selain mengagumi bangunan ikonik di sini, seperti City Walls, dinding abad pertengahan yang mengitari kota, pengunjung juga dapat menyeberang menuju Pulau Lokrum yang dalam Game of Thrones menjadi Qarth dan merupakan latar dari sejumlah adegan yang mengisahkan Daenerys di musim kedua.

Di tengah-tengah pamornya yang makin terangkat, Dubrovnik justru mengambil langkah tegas dengan membatasi jumlah wisatawan yang diperbolehkan untuk memasuki area bersejarah ini selama dua tahun. Hal ini dilakukan guna mencegah area penting dari kota ini hancur akibat eksploitasi yang berlebihan.

Tahun lalu di bulan Agustus, dalam sehari saja ada 10.388 turis yang memasuki Dubrovnik. Sementara jumlah penduduk tetapnya malah menurun dari 5.000 orang di 1991 menjadi 1.157 saja.

UNESCO sendiri merekomendasikan hanya 8.000 pengunjung per hari yang boleh memasuki area City Walls. Namun pemerintah setempat melalui walikota Mato Franković menyatakan akan memotongnya hingga ke angka 4.000. Ia ingin melindungi secara maksimal salah satu potensi wisata di Dubrovnik.

Langkah tegas ini diambil setelah Dubrovnik diingatkan UNESCO perihal risiko banyaknya jumlah pelancong dalam sehari, terutama dari penumpang kapal-kapal pelayaran yang membanjiri kota kecil ini. Tak jarang beberapa area mengalami kerusakan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Walau per Januari 2017 sudah dipasang kamera CCTV untuk memantau seluruh aktivitas, namun hal ini tidak cukup untuk mengamankan Dubrovnik dari kerusakan.

Langkah serius yang diambil Franković adalah dengan membatasi jumlah pengunjung yang berasal dari kapal-kapal pelayaran yang singgah di kota pelabuhan ini. Ia akan membatasi jumlah pelayaran yang tiba di puncak waktu kunjung dan memindahkannya ke waktu alternatif seperti di akhir pekan, selain juga membatasi jasa tur yang mengatur kunjungan ke kota ini dalam sehari. Memang hal ini akan mengurangi pemasukan negara di bidang pariwisata, namun rencana pemulihan kawasan bersejarah akan mengubah Dubrovnik menjadi lebih kondusif dan tetap terjaga kelestariannya.

Bagi yang berminat untuk mengunjungi Dubrovnik, tetap perhatikan beberapa hal berikut ini. Walau sudah membuka diri terhadap datangnya pengunjung dari luar Kroasia, Dubrovnik belum sepenuhnya dipermanis dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai sebagai destinasi dengan standar internasional. Masih ada beberapa jalan yang cukup sempit untuk dilewati, selain jalur yang masih belum mulus sepenuhnya dan juga agak licin. Jadi sebaiknya kenakan alas kaki yang nyaman dan antiselip. Dubrovnik di musim panas bisa sangat menguras energi dan tidak jarang kulit akan cepat terbakar. Disarankan untuk memakai topi dan kacamata hitam, selain mengoleskan krim pelindung sinar matahari. Jika berkunjung ke pantai, perhatikan areal yang aman untuk berenang. Anda pun mesti berhati-hati dengan batu-batu karang yang tajam serta bulu babi yang kerap menjadi halangan ketika ingin menikmati wisata pantai di Dubrovnik.