Tahun 2020 Bangkok Tambah Dua Jalur Angkutan Cepat Massal
Kunjungan ke Bangkok beberapa waktu lalu seakan menyadarkan bahwa kota ini semakin mirip dengan Jakarta, jika dilihat dari tingkat kemacetan lalu lintas. Pilihan naik taksi ataupun tuk-tuk berganti dengan lebih sering menggunakan BTS (Bangkok Train Sky) dan MRT (Mass Rapid Train). Kabar baik pun datang yang ditandai dengan pengumuman dari Bombardier Transportation yang memiliki dua kontrak untuk pengerjaan sistem Innovia Monorail 300system untuk dua jalur angkutan cepat massal di Thailand. Kontrak kerja sama yang bernilai 1,47 milyar dollar US ini rencananya akan beroperasi di area utara dan timur Bangkok. Nantinya akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya dan dapat mengangkut hingga 28.000 penumpang per jamnya, per tujuan. Jalur ini akan mulai dibangun tahun ini dan mulai beroperasi tahun 2020 mendatang.
Kontrak tersebut dijalin dengan Northern Bangkok Monorail Co. Ltd. (NBM) dan Eastern Bangkok Monorail Co. Ltd. (EBM) yang akan bertanggung jawab atas konstruksi turnkey dan konsesi 30 tahun dari jalur baru dan dari yang akan diperbaiki. Kesepakatan menjadi solusi jitu yang dapat mengakomodiir perjalanan massal hingga lebih dari 400.000 orang setiap hari. Kontrak dengan NBM menyangkut jalur Khae Rai-MinBuri (Pink) sejauh 34 kilometer yang baru untuk dioperasikan dengan 42 set kereta api dan kontrak EBM yang terdiri dari 30 set kereta untuk jalur Lat Phrao-Samrong (Yellow) sejauh 30,4 kilometer. Kontrak juga mencakup penyediaan manajemen proyek, rekayasa sistem dan integrasi, pengujian dan komisioning untuk kereta dan sistem baru. Bombardier akan merancang dan memasok elemen mekanik dan elektrik untuk dua jalur monorail, dan akan mengantarkan 72, four-car INNOVIA Monorail 300 trains (288 cars) yang dilengkapi dengan teknologi kontrol kereta Bombardier Cityflo 650 yang beroperasi otomatis tanpa sopir.
“Sistem INNOVIA Monorail 300 trains milik kami menawarkan efisiensi energi, desain yang ramping, interior yang luas, kenyamanan yang luar biasa, keamanan yang ditingkatkan, serta ban karet untuk meminimalisir kebisingan dan perjalanan yang mulus. Termasuk mampu menangani tikungan tajam dan lingkungan yang kompleks, ini sangat sesuai dengan persyaratan kapasitas tinggi dari ibu kota Thailand,” begitu penjelasan Richard Hunter, Presiden Rail Control Solutions and South East Asia bagi Bombardier Transportation.
Spider Card
Bangkok juga akan memperkenalkan Spider Card tahun ini. Merupakan sistem tiket umum untuk berbagai moda transportasi umum. Peraphon Thawornsupacharoen, Sekretaris Deputi Permanen bidang Transportasi mengatakan, “Sistem yang disebut maeng moom (laba-laba/ spider) tidak hanya akan digunakan di empat rute kereta api listrik tapi juga digunakan di sistem bus kota yang mengoperasikan sekitar 2.600 armada.”
Penumpang saat ini harus membeli tiket terpisah untuk setiap layanan kereta api. Spider Card nantinya akan berfungsi sebagai tiket tunggal untuk membuat perjalanan lebih nyaman bagi penumpang. Terdapat empat sistem kereta listrik di Bangkok, yakni Skytrain BTS, Airport Rail Link, Purple Line dan layanan kereta bawah tanah Blue Line yang kemungkinan besar akan menjadi yang pertama menggunakan kartu baru tersebut.
