TOP

GBK Jadi Tuan Rumah Earth Hour 2018

Dengan kondisi iklim global yang menunjukkan keprihatinan, aksi Earth Hour lahir hasil kreasi WWF (World Wildlife Fund), salah satu organisasi konservasi independen terbesar di dunia, di Sydney pada 2007 silam. Gerakan yang mendapat simpati dan apresiasi dari banyak pihak dan negara ini dilakoni dengan misi untuk menyadarkan jutaan orang, tidak hanya pendukung WWF saja, namun penduduk dunia bahwa persoalan iklim ini perlu dihadapi dan diselesaikan bersama.

Satu dekade berlalu dan aksi Earth Hour masih rutin dilakukan tiap tahunnya, dan Indonesia melalui WWF-Indonesia turut berpartisipasi dalam ajang istimewa ini sejak 2009. Earth Hour 2018 akan berpusat di Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), yang akan diadakan pada Sabtu 24 Maret 2018. Sesuai tradisi Earth Hour sebelum-sebelumnya, prosesi utama acara ini berupa pemadaman lampu, dalam hal ini lampu penerangan dan dekorasi Stadion Utama Gelora Bung Karno selama satu jam, yakni dari pukul 20:30 hingga 21:30, hal ini merupakan simbol kepedulian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.

Partisipasi GBK dalam aksi ini tentu saja berkaitan dengan renovasi area olahraga yang menjadi ikon kebanggaan nasional dan nantinya akan menyemarakkan pesta olahraga, Asian Games pada Agustus mendatang. Menurut Rizal Malik selaku CEO WWF-Indonesia mengatakan, “GBK menjadi simbol kemajuan pola pikir dan sikap masyarakat juga pemerintah Indonesia terhadap isu-isu linkungan dan perubahan iklim yang dialami saat ini.” Hal ini terlihat dari fungsi GBK bukan sekadar arena olahraga, tapi juga menjadi paru-paru kota Jakarta, kawasan resapan air, ruang terbuka hijau, hingga media rekreasi warga lokal.

Di Indonesia, aksi Earth Hour pertama kali dilakukan pada 2009 dan kini sudah tercapat sekitar 67 kota yang turut berpartisipasi dengan gerakan ini. Untuk tahun ini, ada sedikitnya 60 kota di Indonesia yang akan turut serta, termasuk pihak-pihak lain, seperti Gerakan Pramuka, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berbagai gedung perkantoran, hotel dan pusat perbelanjaan, dan masyarakat umum yang tergabung dalam komunitas-komunitas. Tercatat juga 13 bandara yang tergabung dalam Angkasa Pura I yang akan berpartisipasi, yaitu bandara di Denpasar, Makassar, Mataram, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Banjarmasin, Ambon, Kupang, Manado, dan Biak.