Asia-Pasifik, Destinasi Wellness di 2020
Warga Asia-Pasifik menjadi pasar paling cepat bertumbuh untuk segmen wisata wellness, di mana hal ini terlihat dari angka perjalanan wellness ke Tiongkok, India, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Indonesia yang meningkat 33 persen selama 2015 hingga 2017. Dari angka tersebut, diprediksi pasar akan meningkat dua kali lipat, dengan pengeluaran dari 137 milyar dolar Amerika ke 252 milyar dolar Amerika.
Asia menjadi destinasi wellness yang populer karena banyak filosofi penyembuhan berasal dari sini. Sebut saja yoga, Ayurveda, hingga pengobatan asal Tiongkok yang mengedepankan konsep keseimbangan dan titik-titik energi. Hampir semua tempat yang menawarkan layanan wellness, pasti memasukkan unsur pengobatan Asia.
Ada dua jenis pejalan wellness, yaitu primer dan sekunder. Pejalan wellness primer adalah mereka yang menetapkan destinasi sesuai tujuan wellness. Misalnya, memutuskan pergi ke suatu tempat karena ada resor yang menawarkan yoga retreat. Sedangkan pejalan wellness sekunder adalah mereka yang ke suatu tempat untuk hal lain selain wellness, namun di sela-sela jadwal tertarik mencicipi perawatan spa atau memesan aneka hidangan sehat. Di Asia sendiri, dari setiap satu perjalanan wellness primer, setidaknya ada 13 perjalanan wellness sekunder.
Pejalan Wellness Semakin Dilirik

Perlahan tapi pasti, kini setidaknya 6,5 persen perjalanan yang dilakukan warga dunia adalah untuk mengembalikan kebugaran dan keseimbangan jiwa dan raga. Wisata wellness antara 2015 hingga 2017 juga menunjukkan peningkatan 15,3 persen dan setidaknya tercatat 830 juta perjalanan untuk kegiatan wellness tiap tahunnya, dengan tujuan terbanyak ke Eropa dan Asia-Pasifik.
Menurut laporan yang dikeluarkan World Tourism Organization (UNWTO), para pejalan dari Asia-Pasifik kini mencapai 37 persen dari total pejalan dunia dan pengeluaran mereka telah menjadi dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Turis Tiongkok, misalnya, jumlahnya telah meningkat 20 kali sejak tahun 2000 dan jumlahnya diprediksi akan mencapai 30 persen sendiri dari total jumlah pejalan di seluruh dunia pada 2030.
Turis Tiongkok selama ini juga dikenal sebagai turis dengan pengeluaran terbesar, yaitu 258 milyar dolar Amerika per tahun, di mana angka tersebut jauh melebihi pengeluaran turis Amerika Serikat yang hanya 135 milyar dolar Amerika per tahun.
Wanita Adalah Kunci

Daya beli para wanita telah meningkat secara signifikan sejak 2013, sehingga pengeluaran mereka untuk melakukan perjalanan pun ikut meningkat dari 13 trilyun dolar Amerika menjadi 18 trilyun dolar Amerika. Gerakan pemberdayaan wanita di Asia pun telah membuat angka perkawinan dan pertumbuhan penduduk di negara-negara maju Asia merosot.
Para wanita kini lebih banyak menginvestasikan waktu dan uang untuk pengembangan diri, salah satunya dengan melakukan perjalanan, terutama untuk tujuan wellness. Sebagai target pasar, pejalan wanita adalah pelanggan yang bernilai seumur hidup karena mereka selalu memiliki kebutuhan untuk melakukan aktivitas wellness. Dari survei diketahui bahwa wanita lebih banyak yang menyukai perjalanan dengan sesama teman wanita (33 persen) dibandingkan melakukan perjalanan sendirian.
Walau yoga, meditasi, dan detoks diminati pejalan wellness wanita, namun seiring waktu, operator pun lebih kreatif menghadirkan paket-paket yang dibutuhkan para wanita. Misalnya saja, kini bermunculan program-program untuk mengatasi masalah ketidakseimbangan hormon dan antipenuaan. Sejauh ini, tempat-tempat Asia yang banyak dilirik sebagai destinasi wellness adalah Bali, Maldives, Thailand, Filipina, dan Sri Lanka.