TOP

Tingkat Polusi di Eropa Alami Penurunan Sejak Mewabahnya Virus Corona

Penyebaran virus corona yang mendunia melahirkan ketakutan dan kekhawatiran, sehingga imbauan untuk tetap di rumah dan mengurangi mobilitas penduduk dunia memberi pengaruh signifikan, terutama dalam hal kualitas udara. Semenjak virus corona berkembang dahsyat di seluruh Eropa, menyebabkan tingkat polusi udara menurun karena berkurangnya arus lalu lintas terkait pembatasan perjalanan yang ketat.

European Environment Agency (EEA) atau Badan Lingkungan Eropa merilis data yang menunjukkan penurunan kadar nitrogen dioksida (NO2), polutan yang sebagian besar dipancarkan oleh transportasi di jalan. Hasil signifikan terlihat di kota-kota yang mengambil kebijakan lockdown demi mencegah penyebaran virus semakin membesar.

Selama empat minggu terakhir, Roma menunjukkan konsentrasi NO2 rata-rata turun 26-35 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Milan, juga mengalami hal sama, terlihat dari turunnya angka hingga 21 persen di pekan 16-22 Maret 2020, dibandingkan minggu yang sama di 2019. Badan Antariksa Eropa merilis video yang menunjukkan penurunan polusi udara di Italia.

Pada pekan 16-22 Maret 2020, level rata-rata NO2 di Barcelona turun 55 persen dibandingkan minggu yang sama pada 2019. Lisbon juga mengalami penurunan hingga 51 persen, sementara Madrid mengalami penurunan 41 persen. Tak hanya itu, kanal-kanal di Venesia yang sepi dari lalu-lalang kapal juga mengalami penurunan nitrogen dioksida, terlihat dari kualitas air yang jernih.

Hans Bruyninckx, selaku Direktur Eksekutif EEA menyatakan, “Data EEA menunjukkan gambaran akurat tentang penurunan polusi udara, terutama karena berkurangnya lalu lintas di kota-kota. Namun, mengatasi masalah kualitas udara untuk jangka panjang membutuhkan kebijakan yang ambisius dan investasi masa depan.”