TOP

Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Perkenalkan White Glove Services

Beroperasi di tengah pandemi, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta memperkenalkan White Glove Services, yaitu serangkaian langkah komprehensif untuk memastikan keselamatan tamu dan staf hotel, tanpa mengorbankan nilai kemewahan ala hotel bintang lima. Pedoman keselamatan ini diterapkan sesuai persyaratan badan otoritas lokal dan nasional, yang diharapkan dapat memberi rasa aman dan percaya diri saat tamu melakukan perjalanan dan menginap di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Menurut Benedikt Jaschke selaku Chief Quality Officer and Member of the Kempinski Management Board, “Sangat penting bagi kami untuk terus memberikan layanan terbaik yang menjadi warisan Kempinski, karena inilah yang kami perjuangkan. Selagi memberikan pelayanan terpercaya kepada para tamu terkait kebersihan dan disinfeksi properti, kami ingin menunjukkan keseriusan dalam menghadapi situasi terkini mencakup seluruh kegiatan operasional, kami ingin terus mempertahankan pelayanan ala Kempinski.”

Seperti arahan pemerintah, staf hotel diwajibkan menggunakan sarung tangan dan masker pelindung saat berinteraksi dengan para tamu. Resepsionis dan Ladies in Red yang ikonis siap menyambut para tamu dan memandu selama proses check-in berlangsung. Cairan pencuci tangan akan disediakan di lobi demi kenyamanan, serta tersedia penanda jarak fisik 1,5 meter sebagai pengingat untuk meminimalkan kontak fisik antar tamu.

Alat tulis dan kartu akses kamar akan didisinfeksi seusai digunakan. Pada saat check-in, tamu akan ditawari opsi Do Not Enter My Room, yaitu staf hotel tidak akan memasuki kamar selama tamu menginap, namun semua layanan tetap tersedia. Pengiriman layanan kamar, bantuan barang bawaan, dan layanan lainnya akan dilakukan di depan kamar. Dengan standar higienis yang ketat, setiap properti Kempinski di seluruh dunia berupaya menawarkan lingkungan menginap dengan jaminan keamanan penuh.

Prosedur tentu saja tidak terbatas pada layanan tamu, tetapi juga berlaku untuk bagian belakang rumah seperti fasilitas karyawan. Untuk membatasi jumlah karyawan yang beristirahat pada saat yang sama, jam layanan kantin misalnya akan diperpanjang, beberapa meja dan kursi akan diblokir untuk menyediakan ruang dan kotak makanan dapat ditawarkan sebagai alternatif untuk konsumsi di meja kantor.