9 Mitos Mengenai Pesawat yang Tidak Terbukti Kebenarannya
Sering menggunakan transportasi udara, sebagian dari kita mungkin pernah mendengar beberapa asumsi yang tidak beralasan. Inilah sejumlah mitos mengenai pesawat yang tidak terbukti kebenarannya.
- Air dari Langit
Banyak yang memercayai bahwa air sisa limbah pesawat akan dibuang selagi pesawat mengudara. Ada pula yang mengatakan bahwa air pembuangan toilet akan dbekukan, yang kadang-kadang ditambahkan bahan kimia biru. Sesungguhnya, seluruh cairan limbah pesawat ditampung dalam tangki dan akan dibuang begitu mendarat.
- Berbahaya Menyalakan Gawai
Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan perangkat elektronik dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Bahkan, pilot diizinkan membawa iPad ke kokpit. FAA (Federal Aviation Administration) sedang mempertimbangkan kembali larangan penggunaan gawai di pesawat.
- Resirkulasi Udara dapat Menyebabkan Sakit
Kerap kali kita menyalahkan sirkulasi udara di pesawat yang menyebabkan sakit seusai melakukan penerbangan. Sesungguhnya, udara di dalam kabin adalah udara segar yang telah disaring untuk menghilangkan lebih dari 99 persen bakteri dan virus. Virus yang Anda rasakan mungkin saja berasal dari sesuatu yang disentuh di pesawat atau sebelum menaikinya.
- Makanan Pesawat Tidak Nikmat
Banyak yang berasumsi bahwa makanan yang dibagikan di pesawat tidak nikmat, namun apakah ini hanya perkara selera? Menurut studi yang dilakukan peneliti dari University of Manchester, mungkin saja karena pengaruh suara keras pesawat dapat membuat penumpang merasa makanan yang mereka cicipi tidak enak. Studi tersebut menemukan bahwa kebisingan yang terjadi secara konstan dapat mengalihkan perhatian penumpang dan mengubah persepsi mereka tentang rasa makanan.
- Penumpang Dapat Membuka Pintu Pesawat
Ada rumor yang menyebutkan bahwa penumpang dapat membuka pintu pesawat di tengah penerbangan. Anda tidak perlu khawatir, secara teknis tidak mungkin seseorang membuka pintu pesawat saat kabin sedang dalam tekanan tinggi.
- Konspirasi Brace Position
Beberapa memercayai bahwa brace position (posisi yang membantu menahan tubuh saat terjadi benturan untuk meminimalkan cedera) tidak lebih aman dibanding posisi duduk biasa. Pada kenyataannya, posisi ini dianjurkan untuk menjaga gigi penumpang utuh dan memudahkan proses identifikasi jika terjadi kecelakaan.
Ada juga yang beranggapan bahwa brace position dapat mematahkan leher penumpang dan menyebabkan kematian dengan cepat, sehingga maskapai dapat membayar ganti rugi lebih murah dibanding perawatan intensif. Asumsi ini disanggah studi tentang kecelakaan pesawat yang menunjukkan bahwa jika posisi ini dilakukan dengan benar, dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko trauma kepala.
- Autopilot, Pilot Tidak Mengendalikan Pesawat
Kemudi pesawat dalam sistem autopilot bukan berarti pilot lepas tangan. Mereka akan tetap mengawasi perjalanan dan membuat penyesuaian sesuai kebutuhan. Autopilot jarang digunakan saat lepas landas dan mendarat.
- Lebih Cepat Mabuk di Pesawat
Penelitian menunjukkan bahwa kadar alkohol dalam darah orang yang mengonsumsi alkohol di pesawat tidak lebih tinggi dibanding saat berada di darat. Namun, alkohol dan perjalanan udara dapat membuat Anda dehidrasi, sehingga rasa mabuk mungkin saja bertambah buruk.
- Oksigen Dalam Masker Membuat Mabuk
Pada kenyataannya, oksigen dalam masker membantu Anda bernapas saat tekanan di kabin berkurang. Oksigen tidak akan membuat mabuk, seperti yang disebutkan dalam film-film Hollywood bahwa menghirup oksigen dari masker dapat memabukkan.