TOP

Bandara Hong Kong Membuka Kembali Layanan Transit dengan Menerapkan Protokol Keselamatan

Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) memulai kembali layanan transit mulai 1 Juni, setelah menghentikan sementara selama lebih dari dua bulan dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Otoritas Bandara Hong Kong (AA) telah menerapkan serangkaian tindakan kesehatan bagi penumpang transit.

“Kami telah bekerja sama dengan pemerintah, maskapai penerbangan, dan mitra bisnis untuk menempatkan serangkaian langkah komprehensif untuk memastikan kelancaran dimulainya kembali layanan transfer/transit dan perjalanan end-to-end yang aman bagi penumpang,” kata Vivian Cheung, Direktur Eksekutif operasi bandara AA.

Semua penumpang, termasuk penumpang yang berangkat, datang, dan pindah/transit, serta staf bandara diharuskan mengenakan masker di semua area yang dapat diakses penumpang di area terbatas HKIA. Tak hanya mewajibkan penggunaan masker, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

-Semua penumpang transfer/transit dan kedatangan harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh saat kedatangan.
-Penumpang transfer/transit diminta untuk langsung menuju gerbang boarding untuk penerbangan lanjutan.
-Penumpang pindahan/transit akan diberikan stiker di titik transfer sebagai identifikasi.
-Penumpang harus menjaga jarak fisik setidaknya 1,5 meter dari penumpang lainnya ketika dalam antrian.
-Pembersih tangan dan lantai yang sudah disanitasi tersedia di tiap gerbang kedatangan di seluruh terminal.
-Area boarding dan jembatan penghubung akan dibersihkan secara reguler setelah setiap penerbangan tiba.
-Layar pelindung dipasang di konter layanan, termasuk konter check-in maskapai dan pusat layanan pelanggan.
-Tersedia ruang makan yang dirancang khusus bagi penumpang transfer/transit.

Pandemi virus corona menyebabkan penurunan drastis jumlah penumpang di bandara-bandara Asia. Jumlah penumpang yang bepergian masuk dan keluar dari Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) turun menjadi hanya 32.000 pada April, hal ini menunjukkan bahwa lalu lintas udara turun 99,5 persen jika dibandingkan April 2019.