Bandara Tegel Resmi Ditutup Setelah 60 Tahun Melayani Penumpang
31 Oktober lalu menandai pembukaan Bandara Brandenburg yang telah dinanti selama sembilan tahun terakhir. Pembukaan Bandara Brandenburg juga berarti berakhirnya operasional Bandara Tegel di Berlin yang sudah melayani penumpang selama 60 tahun.
Bagi warga Berlin, Tegel adalah pintu gerbang dunia selama periode Perang Dingin yang panjang, ketika Berlin Barat adalah eksklave (negara/bagian negara yang dikelilingi wilayah suatu negara lain) demokratis di dalam Republik Demokratik Jerman komunis yang dikelilingi Tembok Berlin.

8 November kemarin, penerbangan terakhir meninggalkan Bandara Tegel, yaitu Air France Airbus A321 ke Paris CDG, dengan nomor penerbangan AF1235. Ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan penerbangan terakhir. Itu adalah hari terakhir operasional reguler di Tegel, sebelum seluruh maskapai yang tersisa pindah ke bandara baru. Air France adalah maskapai pertama yang mengoperasikan layanan reguler ke Tegel sejak 1960.
Awalnya, Bandara Tegel dibangun untuk menangani 2,5 juta penumpang per tahun. Namun, Tegel melampaui 20 juta orang pada 2014 dan mendapatkan ejumlah reputasi dalam beberapa tahun terakhir, dilihat dari sektor kepadatan, penundaan, dan kehilangan bagasi. Nantinya bekas bandara akan ditata menjadi distrik baru yang berisi pemukiman penduduk dengan populasi mencapai 10.000 orang, pusat perbelanjaan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.